KONCOdewe.com – Pergerakan harga pangan kembali terjadi di pasar tradisional pada Minggu, 20 September 2026.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hingga Jumat, 18 September 2026 mencatat sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan, sedangkan beberapa komoditas lainnya justru mengalami penurunan.
Di tengah perubahan tersebut, harga beras menjadi salah satu komoditas yang patut diperhatikan karena hampir seluruh jenis beras yang tercatat dalam data PIHPS mengalami kenaikan.
Harga Beras Mengalami Kenaikan
Harga beras kualitas bawah I tercatat naik Rp100 atau sekitar 0,68 persen menjadi Rp14.900 per kilogram.
Beras medium I juga mengalami peningkatan sebesar Rp50 atau sekitar 0,3 persen. Harganya kini berada di Rp16.650 per kilogram.
Sementara itu, beras medium II naik sekitar 0,31 persen menjadi Rp16.400 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada beras super I. Harganya meningkat 0,56 persen dan mencapai Rp17.950 per kilogram.
Adapun beras super II naik 0,29 persen menjadi Rp17.350 per kilogram.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan tidak hanya terjadi pada satu jenis beras. Hampir seluruh kelompok beras yang tercantum dalam data PIHPS mengalami peningkatan.
Harga Cabai Masih Menguat
Selain beras, kelompok cabai juga menunjukkan kenaikan pada seluruh jenis yang tercatat.
Cabai merah besar naik 6,23 persen menjadi Rp58.000 per kilogram. Cabai merah keriting meningkat 9,42 persen ke level Rp69.100 per kilogram.
Harga cabai rawit hijau naik 4,81 persen menjadi Rp67.600 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah mengalami kenaikan 6,78 persen dan mencapai Rp96.100 per kilogram.
Daging Sapi dan Telur Naik
Pada kelompok protein hewani, daging sapi kualitas I mengalami kenaikan Rp950 atau sekitar 0,62 persen menjadi Rp153.050 per kilogram.
Daging sapi kualitas II juga naik Rp950 atau 0,67 persen sehingga berada di harga Rp143.750 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar turut bertambah Rp200 atau sekitar 0,67 persen menjadi Rp30.050 per kilogram.
Sementara itu, daging ayam ras segar justru mengalami penurunan Rp100 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp42.350 per kilogram.
Gula dan Minyak Goreng Bergerak Berbeda
Harga gula pasir premium tercatat naik 0,25 persen menjadi Rp20.400 per kilogram. Gula pasir lokal juga mengalami kenaikan 0,52 persen dan berada di level Rp19.200 per kilogram.
Untuk minyak goreng, pergerakan harga berbeda berdasarkan jenisnya. Minyak goreng curah turun Rp50 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp20.400 per kilogram.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 0,41 persen menjadi Rp24.450 per kilogram, sedangkan kemasan bermerek 2 meningkat 0,43 persen menjadi Rp23.600 per kilogram.
Harga Bawang Bergerak Berlawanan
Komoditas bawang juga mengalami perubahan harga dengan arah yang berbeda.
Bawang merah ukuran sedang turun Rp450 atau sekitar 1,19 persen menjadi Rp37.250 per kilogram.
Di sisi lain, bawang putih ukuran sedang naik Rp100 atau 0,25 persen menjadi Rp39.400 per kilogram.
Harga Pangan Masih Dinamis
Kenaikan pada berbagai jenis beras menjadi salah satu catatan dalam perkembangan harga pangan kali ini.
Beras kualitas bawah I berada di Rp14.900 per kilogram, sementara beras medium I Rp16.650 dan medium II Rp16.400 per kilogram.
Pada kelompok beras kualitas lebih tinggi, harga super I mencapai Rp17.950 dan super II Rp17.350 per kilogram.
Pergerakan harga pangan secara keseluruhan masih beragam.
Sejumlah kebutuhan seperti beras, cabai, daging sapi, telur, gula, dan bawang putih mengalami kenaikan, sedangkan daging ayam, bawang merah, serta minyak goreng curah justru turun.
Bagi masyarakat, memantau perubahan harga secara berkala dapat membantu dalam menyusun kebutuhan belanja dan menyesuaikan anggaran rumah tangga. (kangtop)












