KONCOdewe.com – Pergerakan harga pangan di pasar tradisional kembali menjadi perhatian pada Minggu, 20 September 2026.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hingga Jumat, 18 September 2026, sejumlah komoditas tercatat mengalami perubahan harga, termasuk kelompok cabai.
Salah satu yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit hijau. Harganya tercatat naik 4,81 persen menjadi Rp67.600 per kilogram.
Kenaikan tersebut membuat cabai rawit hijau menjadi salah satu komoditas yang perlu diperhatikan masyarakat.
Terutama bagi rumah tangga yang cukup sering menggunakan cabai sebagai bahan masakan sehari-hari.
Harga Cabai Rawit Hijau Naik
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit hijau. Berdasarkan data PIHPS, seluruh jenis cabai yang tercatat mengalami penguatan harga.
Cabai rawit hijau berada di level Rp67.600 per kilogram setelah naik 4,81 persen.
Sementara itu, cabai rawit merah mengalami kenaikan lebih tinggi secara persentase, yakni 6,78 persen, sehingga harganya mencapai Rp96.100 per kilogram.
Cabai merah keriting juga mengalami peningkatan sebesar 9,42 persen dan berada pada harga Rp69.100 per kilogram.
Adapun cabai merah besar naik 6,23 persen menjadi Rp58.000 per kilogram.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa harga komoditas cabai bergerak cukup dinamis.
Bagi konsumen, kenaikan harga pada bahan pangan seperti cabai dapat terasa dalam pengeluaran belanja, khususnya ketika kebutuhan rumah tangga terhadap komoditas tersebut cukup tinggi.
Harga Bawang Bergerak Berbeda
Sementara kelompok cabai mengalami kenaikan, pergerakan harga bawang justru tidak seragam.
Harga bawang merah ukuran sedang tercatat turun Rp450 atau sekitar 1,19 persen menjadi Rp37.250 per kilogram.
Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang mengalami kenaikan Rp100 atau 0,25 persen sehingga mencapai Rp39.400 per kilogram.
Perbedaan arah harga tersebut menunjukkan bahwa setiap komoditas dapat mengalami perubahan yang berbeda dalam periode yang sama.
Beras Masih Mengalami Kenaikan
Dari kelompok beras, hampir seluruh jenis yang tercantum dalam data PIHPS juga mengalami kenaikan.
Beras kualitas bawah I naik Rp100 atau sekitar 0,68 persen menjadi Rp14.900 per kilogram. Beras medium I meningkat Rp50 atau 0,3 persen menjadi Rp16.650 per kilogram.
Kemudian, beras medium II naik sekitar 0,31 persen ke posisi Rp16.400 per kilogram.
Beras super I meningkat 0,56 persen menjadi Rp17.950 per kilogram, sedangkan beras super II naik 0,29 persen menjadi Rp17.350 per kilogram.
Harga Daging dan Telur
Perubahan juga terlihat pada sejumlah bahan pangan sumber protein.
Daging sapi kualitas I naik Rp950 atau sekitar 0,62 persen menjadi Rp153.050 per kilogram.
Daging sapi kualitas II turut naik Rp950 atau 0,67 persen sehingga berada di Rp143.750 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar juga meningkat Rp200 atau sekitar 0,67 persen menjadi Rp30.050 per kilogram.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada daging ayam ras segar. Komoditas tersebut justru turun Rp100 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp42.350 per kilogram.
Gula dan Minyak Goreng Tak Seragam
Pada komoditas gula pasir, kenaikan terjadi pada dua jenis yang tercatat.
Gula pasir kualitas premium naik 0,25 persen menjadi Rp20.400 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal meningkat 0,52 persen menjadi Rp19.200 per kilogram.
Harga minyak goreng menunjukkan pergerakan yang berbeda berdasarkan jenisnya. Minyak goreng curah turun Rp50 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp20.400 per kilogram.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 0,41 persen menjadi Rp24.450 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek 2 juga meningkat 0,43 persen menjadi Rp23.600 per kilogram.
Perubahan Harga Perlu Dipantau
Kenaikan harga cabai rawit hijau menjadi Rp67.600 per kilogram menjadi salah satu catatan dalam perkembangan harga pangan kali ini.
Bersama jenis cabai lainnya, komoditas tersebut mengalami kenaikan ketika beberapa bahan pangan lain justru bergerak turun.
Perbedaan pergerakan harga ini menjadi gambaran bahwa kondisi pasar pangan dapat berubah dari satu komoditas ke komoditas lainnya.
Karena itu, masyarakat dapat menjadikan informasi harga sebagai bahan pertimbangan ketika menyusun kebutuhan dan anggaran belanja harian.
Data PIHPS sendiri merupakan salah satu rujukan untuk melihat perkembangan harga berbagai komoditas pangan strategis di pasar. (kangtop)












