Makin Parah! Banjir Bandang dan Longsor Nepal-China Telan 1.290 Nyawa, Ribuan Orang Belum Ditemukan

Kabar48 Dilihat

KONCOdewe.com – Bencana banjir bandang yang disertai tanah longsor di wilayah Nepal dan China terus menambah jumlah korban.

Hingga Jumat (4/9/2026), total korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 1.290 orang, sementara ribuan lainnya masih dinyatakan hilang.

Di China, jumlah korban tewas bertambah 10 orang sehingga menjadi 31 orang.

Selain itu, sebanyak 531 orang masih belum ditemukan akibat bencana yang melanda kawasan perbatasan kedua negara tersebut.

Media pemerintah China, Xinhua, melaporkan data tersebut berdasarkan kondisi hingga pukul 18.00 waktu setempat pada 4 September.

“Hingga pukul 18.00 pada 4 September, bencana tersebut telah mengakibatkan 31 kematian dan 531 orang belum ditemukan,” demikian laporan Xinhua.

Ratusan Orang Masih Hilang

Pemerintah China terus melakukan upaya penyelamatan dan membuka akses menuju pos perbatasan Gyirong yang terdampak parah.

Banjir dan longsor membuat akses menuju kawasan tersebut tertutup material berupa batu, tanah, serta pepohonan.

Ratusan alat berat dikerahkan untuk membersihkan satu-satunya jalur menuju pos perbatasan yang nyaris lenyap akibat terjangan banjir bandang.

Sebagian besar orang yang masih hilang diduga berada di dalam bangunan pos perbatasan di wilayah otonomi Tibet.

Sebagian lainnya dikhawatirkan terseret arus hingga masuk ke wilayah Nepal.

Sementara itu, operasi penyelamatan di Nepal juga membuahkan kabar menggembirakan.

Dua pekerja PLTA berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah bertahan selama sembilan hari di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air.

Tim pencarian dan pertolongan internasional kemudian memusatkan operasi di terowongan proyek PLTA Trishuli 3A.

Lokasi tersebut menjadi salah satu titik perhatian karena terdapat banyak pekerja yang diduga masih terjebak di dalam terowongan.

BACA:  Dentuman Gunung Anak Krakatau Bikin Warga Khawatir, BNPB Ungkap Kondisi Terbarunya

Puluhan Pekerja Berhasil Diselamatkan

Upaya penyelamatan terus dilakukan secara intensif. Setidaknya 42 pekerja berhasil dievakuasi setelah tim SAR mendengar suara teriakan dari dalam terowongan pada Jumat pagi.

Bencana banjir bandang dan longsor sendiri berdampak luas di Nepal.

Sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah antara lain Distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre, termasuk kawasan Lembah Kathmandu.

Di Nepal, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.259 orang, sedangkan 5.083 orang lainnya masih hilang.

Jika digabungkan dengan data korban di China, jumlah korban meninggal akibat bencana banjir yang terjadi sejak 26 Agustus mencapai 1.290 orang.

Sementara itu, jumlah orang yang masih belum ditemukan mencapai 5.614 orang, termasuk 844 warga negara asing.

Besarnya dampak bencana tersebut membuat operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan di sejumlah lokasi terdampak, terutama di kawasan yang aksesnya terputus akibat banjir dan longsor. (kangtop)