Jarang Disadari, Begini Gambaran Keagungan Malaikat yang Menunjukkan Betapa Kecilnya Manusia di Hadapan Allah SWT

Religi36 Dilihat

KONCOdewe.com – Ketika manusia memandang langit yang membentang luas, pegunungan yang menjulang tinggi, atau lautan yang seolah tak bertepi, sering kali muncul rasa kagum terhadap besarnya alam semesta.

Namun, seluruh keindahan dan keluasan yang tampak oleh mata itu sejatinya hanyalah sebagian kecil dari ciptaan Allah SWT.

Di balik alam yang dapat disaksikan manusia, terdapat alam gaib yang keberadaannya tidak dapat dijangkau oleh pancaindra.

Alam tersebut dihuni oleh makhluk-makhluk Allah SWT yang memiliki tugas, kedudukan, serta keagungan yang jauh melampaui bayangan manusia.

Keberadaan mereka menjadi bukti bahwa kekuasaan Allah SWT tidak terbatas pada apa yang mampu dipahami oleh akal.

Islam mengajarkan bahwa semakin seseorang mengenal ciptaan Allah SWT, semakin tumbuh pula kesadaran akan kebesaran Sang Pencipta.

Dari sanalah lahir rasa tunduk, kagum, sekaligus kerendahan hati sebagai seorang hamba.

Alam Malaikat Menunjukkan Luasnya Kekuasaan Allah SWT

Malaikat merupakan makhluk Allah SWT yang diciptakan dari cahaya dan selalu menaati segala perintah-Nya.

Mereka tidak pernah bermaksiat serta menjalankan tugas sesuai ketetapan Allah SWT.

Dalam sejumlah riwayat dijelaskan bahwa sebagian malaikat memiliki ukuran dan kekuatan yang luar biasa besar.

Salah satunya adalah Malaikat Israfil yang disebut sebagai salah satu malaikat agung yang memikul ‘Arsy Allah SWT.

Dalam penjelasan yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW, digambarkan betapa dahsyatnya penciptaan Malaikat Israfil.

Pundaknya menopang ‘Arsy, sementara kedua kakinya menjulur hingga ke lapisan bumi paling bawah.

Gambaran tersebut bukan dimaksudkan agar manusia membayangkannya secara fisik seperti makhluk biasa.

Melainkan sebagai isyarat mengenai betapa agungnya ciptaan Allah SWT yang berada di luar jangkauan logika manusia.

BACA:  Saat Hati Dekat dengan Allah, Rasa Takut dan Sedih Perlahan Memudar, Ini Penjelasannya

Semakin besar ciptaan Allah SWT yang diketahui manusia, semakin tampak pula bahwa kekuasaan Sang Pencipta jauh melampaui seluruh makhluk-Nya.

Kursi Allah Meliputi Langit dan Bumi

Al-Qur’an memberikan gambaran mengenai keluasan kekuasaan Allah SWT melalui Ayat Kursi.

Allah SWT berfirman: “Kursi Allah meliputi langit dan bumi.” (QS. Al-Baqarah: 255)

Ayat ini menunjukkan bahwa Kursi Allah SWT mencakup seluruh langit dan bumi.

Para ulama menjelaskan bahwa Kursi merupakan salah satu makhluk Allah SWT yang sangat agung, bukan kursi sebagaimana dipahami manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Jika Kursi Allah SWT saja memiliki keluasan yang meliputi seluruh alam semesta, padahal ia hanyalah salah satu ciptaan-Nya, maka betapa tidak terbayangkannya keagungan Allah SWT sebagai Sang Pencipta seluruh alam.

Kesadaran inilah yang semestinya membawa manusia kepada sikap rendah hati serta menyadari bahwa dirinya hanyalah makhluk yang sangat kecil di hadapan kekuasaan Allah SWT.

Alam Gaib Menguatkan Keimanan Seorang Muslim

Beriman kepada malaikat merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim.

Keimanan tersebut mengajarkan bahwa tidak semua kebenaran harus dapat dilihat terlebih dahulu untuk dipercaya.

Justru, keimanan kepada perkara gaib menjadi salah satu bentuk ketundukan seorang hamba terhadap wahyu yang diturunkan Allah SWT.

Kesadaran akan keberadaan malaikat juga menghadirkan rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap ucapan, perbuatan, bahkan amal sekecil apa pun tidak pernah luput dari pencatatan para malaikat atas izin Allah SWT.

Hal tersebut menjadi pengingat agar setiap Muslim senantiasa menjaga lisan, perilaku, serta memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Merenungi Kebesaran Ciptaan untuk Mengenal Sang Pencipta

Islam mendorong umatnya untuk banyak bertafakur terhadap alam semesta.

BACA:  Semakin Dipelajari, Semakin Terlihat Kesempurnaan Ciptaan Allah pada Tubuh Manusia

Semakin dalam seseorang merenungi ciptaan Allah SWT, semakin terbuka pula kesadarannya akan kebesaran, ilmu, dan hikmah Allah dalam mengatur seluruh alam.

Langit yang luas, bumi yang kokoh, malaikat yang agung, hingga ‘Arsy dan Kursi Allah SWT menjadi tanda-tanda yang mengajak manusia untuk terus memperkuat keimanan.

Dengan demikian, seluruh perenungan itu bermuara pada satu kesimpulan bahwa manusia adalah makhluk yang sangat kecil dan lemah di hadapan kebesaran Allah SWT.

Kesadaran tersebut bukan untuk membuat manusia merasa rendah tanpa harapan, melainkan agar tumbuh rasa tawadhu, syukur, takut kepada Allah SWT, serta semangat untuk terus memperbaiki diri.

Dengan memahami kebesaran ciptaan Allah SWT, seorang Muslim akan semakin yakin bahwa tidak ada kekuatan yang melebihi kekuasaan-Nya.

Dari keyakinan itulah lahir hati yang tenang, iman yang kokoh, dan ketaatan yang terus bertambah dalam menjalani kehidupan sesuai petunjuk Allah SWT. (kangtop)