Mengapa Bayi Lahir Tanpa Pengetahuan? Ternyata Ada Hikmah Besar yang Allah SWT Siapkan Sejak Awal Kehidupan

Religi34 Dilihat

KONCOdewe.com – Setiap manusia memulai kehidupannya dengan cara yang sama, yakni lahir ke dunia dalam keadaan tidak mengetahui apa pun.

Seorang bayi belum mampu berbicara, berpikir secara matang, ataupun memahami lingkungan di sekitarnya.

Meski demikian, kondisi tersebut bukanlah sebuah kekurangan, melainkan bagian dari kebijaksanaan Allah SWT yang telah mengatur perjalanan hidup manusia dengan penuh kesempurnaan.

Islam mengajarkan bahwa seluruh proses kehidupan manusia berlangsung sesuai ketetapan Allah SWT.

Mulai dari masa dalam kandungan, kelahiran, pertumbuhan, hingga dewasa, semuanya terjadi secara bertahap sesuai kemampuan yang telah Allah anugerahkan.

Di balik proses itu terdapat hikmah yang menunjukkan betapa sempurnanya pengaturan Sang Pencipta terhadap makhluk-Nya.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 78: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dia memberikan kepadamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia tidak langsung memiliki ilmu pengetahuan ketika dilahirkan.

Sebaliknya, Allah SWT memberikan berbagai potensi secara bertahap agar manusia belajar, berkembang, dan memahami kehidupan sedikit demi sedikit.

Pertumbuhan Akal Berlangsung Sesuai Tahapan Kehidupan

Kemampuan berpikir merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

Namun, kemampuan tersebut tidak hadir sekaligus sejak seseorang dilahirkan.

Seorang bayi memulai kehidupannya dengan ketergantungan penuh kepada kedua orang tuanya.

Ia belajar mengenali suara, wajah, bahasa, hingga berbagai pengalaman baru melalui proses yang berlangsung perlahan.

Tahapan inilah yang memungkinkan manusia berkembang secara alami sesuai dengan kesiapan fisik maupun mentalnya.

Bayangkan apabila seorang bayi langsung memiliki kesadaran dan kemampuan berpikir seperti orang dewasa ketika dilahirkan.

BACA:  Hukum Alam Semesta Ini Bikin Sadar: Apa yang Ada di Dalam Dirimu Menentukan Nasibmu

Ia mungkin akan merasa asing terhadap dunia yang baru dimasukinya, kebingungan menghadapi lingkungan yang belum pernah dikenalnya.

Bahkan merasa takut terhadap berbagai perubahan yang terjadi dalam waktu singkat.

Keadaan seperti itu justru akan menjadi beban yang sangat berat bagi seorang bayi.

Karena itulah Allah SWT menumbuhkan akal manusia sedikit demi sedikit, sehingga setiap tahap kehidupan dapat dijalani dengan tenang sesuai perkembangan usia.

Kasih Sayang Allah Tampak Sejak Manusia Dilahirkan

Keterbatasan pengetahuan yang dimiliki bayi saat lahir juga menjadi bukti kasih sayang Allah SWT.

Dalam kondisi tersebut, seorang bayi menerima seluruh bentuk perawatan dari orang tua tanpa penolakan.

Ia digendong, disusui, dimandikan, dipeluk, dan dirawat dengan penuh kasih sayang hingga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

Semua kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan fisik maupun emosional seorang anak.

Apabila bayi telah memiliki kesadaran penuh layaknya orang dewasa, besar kemungkinan ia akan mempertanyakan bahkan menolak berbagai bentuk perawatan yang justru sangat dibutuhkannya.

Oleh sebab itu, perkembangan akal yang berlangsung secara bertahap merupakan salah satu bentuk rahmat Allah SWT agar manusia dapat menjalani masa pertumbuhannya dengan baik.

Kesempurnaan Penciptaan Terlihat pada Seluruh Sistem Kehidupan

Tidak hanya pada perkembangan akal, kebesaran Allah SWT juga tampak pada sistem penciptaan manusia secara keseluruhan.

Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan karakteristik fisik yang berbeda sebagai bagian dari keseimbangan kehidupan.

Setiap perbedaan memiliki fungsi dan hikmah yang saling melengkapi sehingga kehidupan manusia dapat berjalan sesuai fitrahnya.

Perbedaan tersebut bukanlah bentuk kelebihan satu pihak atas pihak lainnya, melainkan bagian dari kesempurnaan ciptaan Allah SWT yang telah disesuaikan dengan tugas, kebutuhan, dan peran masing-masing.

BACA:  Jarang Diperhatikan, Tembolok Burung Menyimpan Hikmah yang Mengagumkan

Demikian pula seluruh organ tubuh manusia bekerja dengan sistem yang sangat teratur.

Jantung berdetak tanpa henti, paru-paru mengolah udara, mata menangkap cahaya, telinga mendengar suara, dan otak mengendalikan seluruh aktivitas tubuh dengan koordinasi yang luar biasa.

Semua itu menunjukkan bahwa kehidupan manusia tidak mungkin terjadi secara kebetulan, melainkan berada dalam pengaturan Allah SWT Yang Maha Bijaksana.

Penciptaan Manusia Menjadi Bukti Kebesaran Allah SWT

Islam mengajarkan agar manusia senantiasa merenungkan proses penciptaannya sebagai salah satu jalan untuk memperkuat keimanan.

Allah SWT menegaskan dalam Surah At-Tin ayat 4: “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Ayat tersebut menggambarkan bahwa manusia diciptakan dengan kesempurnaan, baik dari sisi fisik, akal, maupun kemampuan untuk berkembang sepanjang hidupnya.

Semakin seseorang memperhatikan proses pertumbuhan dirinya sejak lahir hingga dewasa, semakin tampak kebesaran Allah SWT dalam setiap fase kehidupan.

Oleh karena itu, lahirnya manusia tanpa membawa pengetahuan bukanlah sebuah kelemahan, melainkan bagian dari rencana Allah SWT yang penuh hikmah.

Melalui proses belajar yang berlangsung sedikit demi sedikit, manusia memperoleh kesempatan untuk berkembang, mengenal Tuhannya, menghargai nikmat kehidupan, serta menumbuhkan rasa syukur atas segala karunia yang telah Allah SWT berikan.

Kesadaran inilah yang akan mengantarkan seorang hamba semakin dekat kepada Allah SWT dan semakin memahami kesempurnaan ciptaan-Nya. (kangtop)