KONCOdewe.com – Manusia merupakan makhluk yang diciptakan Allah SWT dengan berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki makhluk lain.
Selain dianugerahi tubuh yang tersusun secara sempurna, manusia juga dibekali akal, hati, perasaan, serta kemampuan mengingat dan melupakan.
Semua kemampuan tersebut bukan hadir tanpa tujuan, melainkan menjadi bagian dari rancangan Allah SWT yang penuh hikmah agar manusia mampu menjalani kehidupannya dengan seimbang.
Jika dicermati lebih dalam, setiap bagian dalam diri manusia memiliki fungsi yang saling berkaitan.
Tidak ada satu pun yang diciptakan secara sia-sia. Bahkan kemampuan yang sering dianggap sederhana, seperti mengingat dan lupa, ternya
ta memegang peranan penting dalam menjaga kualitas hidup manusia.
Hal ini menjadi bukti bahwa Allah SWT mengatur kehidupan manusia dengan ketelitian dan kebijaksanaan yang sempurna.
Allah SWT mengingatkan manusia agar merenungkan dirinya sendiri sebagaimana firman-Nya dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 21:
“Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?”
Ayat tersebut mengajak setiap manusia untuk melihat berbagai keajaiban yang ada dalam dirinya sebagai tanda kebesaran Sang Pencipta.
Tubuh Manusia Bekerja dalam Sistem yang Sangat Teratur
Sejak awal penciptaannya, Allah SWT telah menyusun tubuh manusia dengan sistem yang luar biasa.
Berbagai organ bekerja tanpa henti menjalankan tugas masing-masing demi menjaga kelangsungan hidup.
Jantung memompa darah ke seluruh tubuh, paru-paru memasok oksigen, ginjal menyaring zat-zat sisa, hati mengolah berbagai nutrisi, sementara otak mengendalikan hampir seluruh aktivitas manusia.
Semua organ tersebut bekerja secara terpadu meskipun manusia sering kali tidak menyadari proses yang berlangsung setiap saat.
Keselarasan ini menunjukkan bahwa tubuh manusia bukan sekadar kumpulan organ, melainkan sebuah sistem yang dirancang dengan penuh ketelitian oleh Allah SWT.
Selain organ fisik, manusia juga dibekali naluri dan berbagai kemampuan yang membantu mempertahankan kehidupan, belajar dari pengalaman, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Akal dan Ingatan Menjadi Bekal Menjalani Kehidupan
Di antara nikmat terbesar yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia adalah kemampuan berpikir dan mengingat.
Melalui ingatan, manusia dapat mengenali keluarga, sahabat, serta orang-orang yang pernah ditemuinya.
Ingatan juga memungkinkan seseorang menyimpan ilmu pengetahuan, memahami pengalaman hidup, serta mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi.
Tanpa kemampuan mengingat, manusia akan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Ia tidak mampu mengenali jalan yang biasa dilalui, tidak memahami pelajaran yang pernah dipelajari, bahkan bisa kehilangan identitas dirinya sendiri.
Karena itulah kemampuan mengingat menjadi salah satu nikmat besar yang patut disyukuri.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 78 bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui apa pun, kemudian Allah menganugerahkan pendengaran, penglihatan, dan hati agar manusia mampu belajar sekaligus bersyukur atas karunia-Nya.
Ayat tersebut menunjukkan bahwa ilmu dan pemahaman merupakan anugerah yang tumbuh secara bertahap melalui proses belajar yang Allah mudahkan bagi manusia.
Mengapa Allah Juga Memberikan Kemampuan untuk Lupa?
Di balik nikmat mengingat, Allah SWT juga memberikan kemampuan untuk melupakan.
Sekilas sifat lupa sering dianggap sebagai kelemahan, padahal dalam banyak keadaan justru menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada manusia.
Bayangkan apabila seseorang mampu mengingat seluruh kesedihan, rasa sakit, kegagalan, kehilangan orang tercinta, atau pengalaman pahit tanpa pernah bisa melupakannya.
Beban psikologis yang ditanggung tentu akan semakin berat dan dapat menghambat seseorang untuk melanjutkan kehidupannya.
Kemampuan melupakan membantu manusia bangkit setelah menghadapi musibah, mengurangi luka batin, serta membuka ruang untuk kembali menata harapan.
Karena itulah ingatan dan lupa sesungguhnya saling melengkapi.
Ingatan menjaga ilmu dan pengalaman tetap tersimpan, sedangkan lupa membantu manusia melepaskan beban yang tidak perlu terus dibawa sepanjang hidup.
Allah SWT juga menegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 286 bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh ketetapan Allah, termasuk kemampuan mengingat dan melupakan, merupakan bagian dari rahmat-Nya agar manusia mampu menjalani kehidupan dengan seimbang.
Setiap Nikmat Mengandung Hikmah yang Besar
Semakin manusia memahami dirinya, semakin tampak kesempurnaan ciptaan Allah SWT.
Tidak hanya tubuh yang bekerja dengan teratur, tetapi juga kemampuan berpikir, mengingat, merasakan, hingga melupakan semuanya memiliki fungsi yang saling melengkapi.
Tidak ada satu pun nikmat yang diberikan secara sia-sia. Bahkan kehilangan salah satu kemampuan tersebut dapat mengubah kualitas hidup seseorang secara drastis.
Karena itu, manusia diajak untuk lebih banyak bersyukur atas berbagai karunia yang sering kali dianggap biasa, padahal memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari.
Allah SWT menegaskan dalam Surah As-Sajdah ayat 7 bahwa Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan menyempurnakan penciptaan-Nya.
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh ciptaan Allah berjalan berdasarkan ilmu, hikmah, dan ketetapan yang sempurna.
Pada akhirnya, kemampuan mengingat dan melupakan bukanlah dua hal yang saling bertentangan.
Melainkan dua nikmat yang Allah anugerahkan agar manusia mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Ingatan menjadi bekal untuk belajar dan mengambil hikmah, sedangkan lupa menjadi sarana untuk mengurangi beban, menyembuhkan luka, serta membuka kesempatan memulai langkah baru.
Dengan merenungkan semua itu, seorang muslim akan semakin menyadari kebesaran Allah SWT, memperkuat rasa syukur.
Dan terdorong menggunakan seluruh potensi yang dimilikinya untuk berbuat kebaikan serta mendekatkan diri kepada-Nya. (kangtop)








