Amalan Sunnah Idul Adha yang Perlu Dihidupkan Umat Muslim

Religi7 Dilihat

KONCOdewe.com – Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momentum agung dalam Islam yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijjah.

Pada hari yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan untuk berkumpul sejak pagi hari dan melaksanakan Salat Id secara berjamaah, sebagaimana yang juga dilakukan saat Idulfitri.

Namun lebih dari sekadar perayaan tahunan, Idul Adha adalah momen spiritual yang sarat makna pengorbanan, ketakwaan, dan penghambaan kepada Allah SWT.

Karena itu, setiap Muslim dianjurkan menyambutnya dengan penuh kekhusyukan, bukan sekadar kegembiraan lahiriah.

Berbagai amalan sunnah telah diajarkan untuk mengisi hari besar ini agar lebih bermakna, mendatangkan pahala, serta memperkuat hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Berikut beberapa amalan sunnah Idul Adha yang dianjurkan dalam Islam.

  1. Mengumandangkan Takbir Sejak Malam Hari Raya

Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak takbir di masjid, mushala, rumah, hingga tempat umum lainnya sejak malam Idul Adha hingga berakhirnya hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah.

Dalam kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan bahwa menghidupkan malam hari raya dengan takbir dan ibadah merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Takbir bukan hanya lantunan kalimat, tetapi juga bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas segala nikmat dan petunjuk-Nya.

  1. Mandi Sebelum Salat Idul Adha

Umat Islam disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat melaksanakan Salat Id.

Mandi ini dapat dilakukan sejak pertengahan malam hingga sebelum waktu Subuh, meski waktu yang paling utama adalah setelah Subuh.

Tujuannya adalah membersihkan diri dari hadas dan bau tidak sedap sehingga ibadah dapat dilaksanakan dalam keadaan suci, segar, dan penuh kekhusyukan.

  1. Membersihkan Diri dan Berpenampilan Rapi
BACA:  Malam Takbir Idul Adha 2026: Waktu Istimewa untuk Menghidupkan Hati dengan Zikir dan Takbir

Selain mandi, Islam juga menganjurkan untuk memotong kuku, merapikan rambut, serta menghilangkan bau badan.

Hal ini sejalan dengan sunnah Rasulullah SAW yang selalu menjaga kebersihan dan kerapian di hari raya.

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab disebutkan bahwa membersihkan diri pada hari raya merupakan sunnah yang dianjurkan, sebagaimana juga dilakukan pada hari Jumat.

  1. Mengenakan Pakaian Terbaik

Pada Hari Raya Idul Adha, umat Muslim dianjurkan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki, meskipun tidak harus baru.

Yang terpenting adalah bersih, sopan, dan sesuai syariat.

Sebagian ulama menyebutkan bahwa pakaian putih lebih utama bagi laki-laki, sementara perempuan dianjurkan berpakaian sederhana tanpa berlebihan dalam berhias.

Rasulullah SAW sendiri pernah mengenakan pakaian terbaiknya saat hari raya sebagai bentuk penghormatan terhadap momen tersebut.

  1. Berangkat Salat Id dengan Berjalan Kaki

Salah satu sunnah yang sering dilakukan Rasulullah SAW adalah berjalan kaki menuju tempat Salat Id, baik saat berangkat maupun pulang.

Hal ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, saling menyapa, serta mengucapkan salam antar sesama Muslim.

Bagi yang tidak mampu, diperbolehkan menggunakan kendaraan.

  1. Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha

Berbeda dengan Idulfitri, pada Idul Adha disunnahkan untuk tidak makan sebelum melaksanakan Salat Id.

Makan baru dilakukan setelah selesai salat, biasanya setelah penyembelihan hewan kurban.

Hal ini mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang tidak makan pada pagi Idul Adha hingga kembali dari pelaksanaan salat.

  1. Menyegerakan Berangkat dan Memperbanyak Silaturahmi

Umat Islam dianjurkan berangkat lebih awal ke tempat Salat Id agar mendapatkan saf depan dan kesempatan memperbanyak takbir bersama jamaah lainnya.

Selain itu, perjalanan menuju tempat ibadah juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi, saling berjabat tangan, dan menebarkan kebahagiaan di hari raya.

  1. Menjaga Semangat Takbir hingga Hari Tasyrik
BACA:  Di Balik Gerakan Shalat, Ternyata Tersimpan Manfaat yang Jarang Disadari!

Takbir Idul Adha tidak hanya dilakukan pada malam hari raya, tetapi terus berlanjut hingga hari tasyrik terakhir.

Rentang waktu ini menjadi kesempatan besar untuk terus mengagungkan Allah SWT di berbagai kesempatan.

  1. Menjaga Silaturahmi dan Menebar Kebahagiaan

Hari raya Idul Adha juga menjadi waktu terbaik untuk mempererat hubungan sosial.

Saling mengunjungi keluarga, tetangga, dan kerabat menjadi bagian dari sunnah yang memperkuat ukhuwah Islamiyah.

  1. Melaksanakan Ibadah Kurban bagi yang Mampu

Ibadah kurban menjadi puncak dari rangkaian Idul Adha.

Bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan finansial, menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menjadi wujud kepedulian sosial karena dagingnya dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan mereka yang membutuhkan.

Menyambut Idul Adha dengan Hati yang Bersih

Idul Adha bukan hanya tentang perayaan dan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang bagaimana seorang Muslim mempersiapkan diri secara spiritual.

Setiap amalan sunnah yang dilakukan menjadi jalan untuk meraih pahala sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan menghidupkan sunnah-sunnah tersebut, diharapkan umat Islam dapat merayakan Idul Adha dengan lebih bermakna, khusyuk, dan penuh keberkahan, bukan sekadar seremonial tahunan semata. (kangtop)