Semeru Belum Tenang, Dalam Sehari Sudah 10 Kali Erupsi dan Status Masih Siaga

Kabar8 Dilihat

KONCOdewe.com – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan pada Selasa (9/6) siang.

Gunung api tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 1,2 kilometer di atas puncaknya.

Informasi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru menyebutkan bahwa letusan terjadi pada pukul 12.09 WIB.

Saat erupsi berlangsung, kolom abu terlihat membumbung tinggi hingga sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut atau sekitar 1.200 meter dari puncak Semeru.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengungkapkan bahwa material abu yang keluar tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang.

Sebaran abu vulkanik terpantau bergerak ke arah timur laut mengikuti kondisi angin di sekitar kawasan gunung.

Hingga laporan disampaikan, aktivitas erupsi masih berlangsung dan terus dimonitor secara intensif oleh petugas pengamatan gunung api.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dinamika vulkanik Semeru masih cukup aktif.

Berdasarkan data pemantauan, erupsi yang terjadi pada siang hari tersebut bukanlah satu-satunya aktivitas vulkanik yang tercatat.

Sejak pagi, Gunung Semeru telah beberapa kali mengalami letusan. Sedikitnya terdapat 10 kejadian erupsi yang teramati mulai pukul 04.43 WIB hingga 12.47 WIB.

Ketinggian kolom letusan yang muncul sepanjang periode tersebut bervariasi, berkisar antara 600 meter hingga mencapai 1.200 meter di atas puncak.

Frekuensi erupsi yang masih tinggi menjadi indikasi bahwa aktivitas magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung.

Status Masih Siaga

Saat ini Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga.

Dengan status tersebut, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sejumlah wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

BACA:  OTT KPK Berlanjut, Delapan Orang Jadi Tersangka dalam Kasus Dokumen Keimigrasian, Wamen Silmy Karim Ikut Terseret

PVMBG mengimbau warga agar tidak memasuki sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.

Kawasan tersebut berpotensi terdampak material vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan.

Wilayah tersebut berisiko terdampak awan panas guguran maupun aliran lahar yang dapat menjangkau jarak hingga 17 kilometer dari puncak gunung.

Waspadai Awan Panas dan Banjir Lahar

Petugas pengamatan gunung api juga mengingatkan bahwa area dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru masih tergolong sangat berbahaya.

Pada saat erupsi, kawasan tersebut berpotensi terkena lontaran batu pijar yang dapat mengancam keselamatan warga maupun pendaki.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung dan daerah aliran sungai yang berhulu di Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan.

Yaitu terhadap kemungkinan terjadinya awan panas guguran, aliran lava, hingga banjir lahar terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Selain itu, sungai-sungai kecil yang terhubung dengan aliran Besuk Kobokan juga berpotensi menjadi jalur material vulkanik apabila terjadi hujan di kawasan puncak.

Karena aktivitas erupsi masih berlangsung, warga di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Serta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan.

Kepatuhan terhadap aturan tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (kangtop)