Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Awan Panas Meluncur Hingga 4,5 Kilometer

Kabar5 Dilihat

KONCOdewe.com – Gunung Gunung Semeru yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi disertai Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai sekitar 4,5 kilometer pada Jumat pagi.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 07.21 WIB.

Dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah utara dan barat laut,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 5 menit 33 detik.

Selain itu, erupsi juga disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh kurang lebih 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa tercatat mengalami enam kali erupsi dengan tinggi letusan antara 700 hingga 1.000 meter di atas puncak.

Saat ini, status aktivitas vulkanik Semeru berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar radius tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak karena risiko lontaran batu pijar masih tinggi.

Petugas juga mengingatkan potensi bahaya awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

BACA:  Kasus MBG Memanas, Mantan Kepala dan Dua Wakil Kepala BGN Resmi Jadi Tersangka, Apa Sih Kasus yang Menjeratnya?

Seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya. (kangtop)