Harga Cabai Merah Besar 27 Oktober 2026 Turun Rp 2.800, Kini Rp 72.900 per Kilogram

Kombis166 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga cabai merah besar di pasar eceran nasional mengalami penurunan pada Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, komoditas tersebut tercatat seharga Rp 72.900 per kilogram (kg) pada pukul 19.25 WIB.

Harga cabai merah besar itu turun Rp 2.800 atau sekitar 3,7 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Penurunan ini menjadi salah satu pergerakan harga yang terjadi pada kelompok komoditas cabai di tingkat pedagang eceran nasional.

Selain cabai merah besar, harga cabai merah keriting juga mengalami penurunan. Komoditas ini tercatat Rp 85.550 per kg, berkurang Rp 2.550 atau 2,89 persen.

Sementara itu, cabai rawit merah dijual dengan harga rata-rata Rp 101.050 per kg. Harganya turun Rp 4.400 atau 4,17 persen.

Adapun cabai rawit hijau justru naik tipis Rp 50 atau 0,06 persen menjadi Rp 80.150 per kg.

Harga Beras Bergerak Beragam

Di kelompok beras, harga sejumlah kualitas mengalami perubahan dengan besaran berbeda.

Beras kualitas bawah I masih bertahan di angka Rp 14.950 per kg, sedangkan kualitas bawah II naik Rp 100 menjadi Rp 14.800 per kg.

Beras medium I tidak mengalami perubahan dan tercatat Rp 16.650 per kg. Sementara itu, beras medium II naik Rp 50 menjadi Rp 16.450 per kg.

Untuk beras kualitas super I, harganya turun Rp 50 menjadi Rp 17.900 per kg. Sebaliknya, beras super II naik Rp 50 sehingga mencapai Rp 17.450 per kg.

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Turun

PIHPS juga mencatat penurunan harga pada dua komoditas bawang. Bawang merah ukuran sedang berada di angka Rp 37.100 per kg, turun Rp 150 atau 0,4 persen.

BACA:  Harga Cabai Rawit Merah Turun Rp6.750, Kini Rp96.200 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Terbaru

Adapun bawang putih ukuran sedang tercatat Rp 38.150 per kg setelah mengalami penurunan Rp 600 atau 1,55 persen.

Daging Ayam dan Sapi Mengalami Penurunan

Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar turun Rp 1.050 atau 2,59 persen menjadi Rp 39.550 per kg.

Daging sapi kualitas I tercatat Rp 152.500 per kg, turun Rp 150 atau 0,1 persen.

Penurunan serupa terjadi pada daging sapi kualitas II yang kini berada di angka Rp 143.450 per kg.

Sementara itu, telur ayam ras segar mengalami penurunan Rp 100 atau 0,34 persen menjadi Rp 29.600 per kg.

Harga Gula dan Minyak Goreng

Untuk komoditas gula, harga gula pasir kualitas premium masih stabil di angka Rp 20.600 per kg.

Sebaliknya, gula pasir lokal naik Rp 50 atau 0,26 persen menjadi Rp 19.400 per kg.

Harga minyak goreng curah turun Rp 50 atau 0,25 persen menjadi Rp 20.250 per kg.

Minyak goreng kemasan bermerek 1 masih berada di angka Rp 24.450 per kg, sedangkan kemasan bermerek 2 turun Rp 50 atau 0,21 persen menjadi Rp 23.600 per kg.

Daftar Harga Pangan Nasional 27 Oktober 2026

Berikut rincian harga rata-rata sejumlah komoditas pangan nasional berdasarkan data PIHPS pada Selasa (27/10/2026) pukul 19.25 WIB:

  • Bawang merah ukuran sedang: Rp 37.100 per kg.
  • Bawang putih ukuran sedang: Rp 38.150 per kg.
  • Beras kualitas bawah I: Rp 14.950 per kg.
  • Beras kualitas bawah II: Rp 14.800 per kg.
  • Beras medium I: Rp 16.650 per kg.
  • Beras medium II: Rp 16.450 per kg.
  • Beras super I: Rp 17.900 per kg.
  • Beras super II: Rp 17.450 per kg.
  • Cabai merah besar: Rp 72.900 per kg.
  • Cabai merah keriting: Rp 85.550 per kg.
  • Cabai rawit hijau: Rp 80.150 per kg.
  • Cabai rawit merah: Rp 101.050 per kg.
  • Daging ayam ras segar: Rp 39.550 per kg.
  • Daging sapi kualitas I: Rp 152.500 per kg.
  • Daging sapi kualitas II: Rp 143.450 per kg.
  • Gula pasir premium: Rp 20.600 per kg.
  • Gula pasir lokal: Rp 19.400 per kg.
  • Minyak goreng curah: Rp 20.250 per kg.
  • Minyak goreng kemasan bermerek 1: Rp 24.450 per kg.
  • Minyak goreng kemasan bermerek 2: Rp 23.600 per kg.
  • Telur ayam ras segar: Rp 29.600 per kg.
BACA:  Harga Cabai Rawit Hijau Bertahan di Rp53.000 per Kg, Simak Daftar Harga Pangan Terbaru

Data PIHPS tersebut menggambarkan rata-rata harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional.

Harga di pasar setempat dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi pasokan, distribusi, dan permintaan konsumen. (kangtop)