Cek Harga Daging Sapi 16 Oktober 2026, Selisih Kualitas I dan II Capai Rp8.250 per Kg

Kombis79 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga daging sapi di tingkat pedagang eceran secara nasional masih berada di atas Rp140.000 per kilogram.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, Jumat (16/10/2026), daging sapi kualitas I tercatat Rp151.650 per kilogram, sedangkan kualitas II dijual Rp143.400 per kilogram.

Data yang diperbarui pada pukul 21.01 WIB tersebut menunjukkan selisih harga kedua jenis daging sapi mencapai Rp8.250 per kilogram.

Perbedaan ini dapat menjadi pertimbangan masyarakat saat berbelanja daging untuk kebutuhan rumah tangga.

Harga daging sapi juga jauh lebih tinggi dibandingkan daging ayam ras segar yang tercatat Rp40.900 per kilogram.

Meski demikian, harga di pasar setempat dapat berbeda bergantung pada lokasi, kualitas daging, dan kondisi perdagangan.

Daftar Harga Daging Sapi Terbaru

Mengacu pada data PIHPS Nasional per Jumat (16/10/2026), berikut harga daging sapi di tingkat pedagang eceran:

  • Daging sapi kualitas I: Rp151.650 per kg
  • Daging sapi kualitas II: Rp143.400 per kg

Daging sapi kualitas I menjadi yang paling mahal di antara dua kategori tersebut. Sementara itu, harga kualitas II lebih rendah Rp8.250 per kilogram.

Perbandingan dengan Harga Daging Ayam

Sebagai pembanding, daging ayam ras segar tercatat Rp40.900 per kilogram.

Dengan demikian, harga daging sapi kualitas I sekitar Rp110.750 per kilogram lebih tinggi daripada harga daging ayam.

Perbandingan tersebut dapat membantu masyarakat memperkirakan anggaran belanja protein hewani.

Namun, konsumen tetap perlu mengecek harga langsung di pasar atau pedagang setempat karena harga aktual bisa berbeda dari rata-rata nasional.

Pantau Perkembangan Harga Pangan

PIHPS Nasional menyediakan informasi harga berbagai komoditas pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional.

BACA:  Update Harga Emas Antam Terbaru: 1 Gram Masih Rp2,774 Juta, Simak Daftar Lengkapnya

Selain daging sapi dan ayam, data tersebut mencakup beras, bawang, cabai, gula, minyak goreng, serta telur.

Masyarakat dapat memanfaatkan data ini sebagai referensi untuk memantau perubahan harga kebutuhan pokok.

Sebelum berbelanja, sebaiknya bandingkan harga di beberapa pedagang agar pengeluaran rumah tangga dapat direncanakan dengan lebih baik. (kangtop)