Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.031 per Dolar AS, Ini yang Terjadi di Pasar Global

Kombis21 Dilihat

KONCOdewe.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin, 19 Oktober 2026.

Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot, rupiah dibuka turun 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp18.031 per dolar AS.

Pelemahan tersebut terjadi setelah rupiah mengakhiri perdagangan Jumat (16/10/2026) di posisi Rp18.027 per dolar AS.

Pada penutupan pekan lalu, mata uang Indonesia itu tercatat terkoreksi 89 poin atau 0,50 persen.

Dolar AS Bergerak di Pasar Asia

Mengutip MarketScreener, dolar AS sedikit bergerak naik dari posisi terendahnya pada bulan ini saat perdagangan di kawasan Asia dimulai pada Senin.

Meski demikian, indeks dolar AS tercatat melemah tipis 0,01 persen ke level 101,82.

Di sisi lain, euro turun 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1225 pada awal perdagangan Asia.

Sebagai mata uang dengan bobot terbesar dalam indeks dolar, pergerakan euro turut memengaruhi posisi mata uang AS tersebut. Sebelumnya, indeks dolar tercatat bergerak relatif datar di level 101,83.

Pelemahan euro terjadi setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan kecaman terhadap aksi kekerasan yang berlangsung di tengah demonstrasi masyarakat terkait tingginya biaya hidup.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Prancis mengalami salah satu gelombang kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, menurut laporan yang dikutip.

Yen Jepang Bertahan di Level 158 per Dolar AS

Sementara itu, yen Jepang bergerak stabil di kisaran 158,00 per dolar AS.

Pergerakan tersebut berlangsung setelah Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menyampaikan pada Senin bahwa inflasi inti Jepang saat ini telah berada cukup dekat dengan target 2 persen yang ditetapkan bank sentral.

BACA:  Harga Shell V-Power Diesel Masih Rp 25.420 per Liter, Bagaimana dengan BBM Lainnya?

Pernyataan tersebut menjadi salah satu perhatian pelaku pasar dalam mencermati arah kebijakan moneter Jepang dan perkembangan nilai tukar yen.

Dolar Australia Menguat, Poundsterling Stabil

Pergerakan sejumlah mata uang utama lainnya menunjukkan hasil yang beragam pada awal perdagangan.

Dolar Australia menguat 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$0,6965.

Sebaliknya, dolar Selandia Baru terpantau tidak banyak berubah dan berada di level US$0,5656 terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris juga bergerak stabil di kisaran US$1,3329.

Pergerakan mata uang global tersebut menjadi bagian dari dinamika pasar valuta asing yang turut diperhatikan investor.

Bagi Indonesia, perkembangan dolar AS dan sentimen pasar internasional menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati dalam memantau pergerakan rupiah sepanjang perdagangan. (kangtop)