KONCOdewe.com – Piala Dunia 2030 disebut-sebut bisa menghadirkan perubahan besar dalam sejarah sepak bola dunia.
Salah satu wacana yang kini ramai dibahas adalah penambahan jumlah peserta menjadi 66 tim, sebuah format yang belum pernah digunakan sebelumnya dalam turnamen tersebut.
Usulan itu pertama kali disampaikan oleh CONMEBOL, konfederasi sepak bola Amerika Selatan.
Mereka menginginkan edisi 2030 dibuat lebih istimewa karena bertepatan dengan perayaan 100 tahun Piala Dunia sejak pertama kali digelar di Uruguay pada 1930.
Sepanjang sejarahnya, Piala Dunia memang terus mengalami perkembangan, baik dari sisi jumlah peserta maupun sistem kompetisi.
Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan pertumbuhan sepak bola di berbagai belahan dunia.
FIFA sendiri sebelumnya sudah memastikan bahwa Piala Dunia 2026 akan memakai format 48 tim peserta.
Namun, rencana penambahan menjadi 66 tim pada 2030 dianggap sebagai langkah yang jauh lebih besar demi menghadirkan perayaan satu abad yang berbeda dari biasanya.
Beberapa laporan menyebut FIFA mulai membuka pembicaraan terkait proposal tersebut.
Dukungan dari sejumlah federasi pun terus bermunculan, terutama dari negara-negara yang berharap memiliki peluang lebih besar tampil di panggung sepak bola dunia.
Apabila usulan itu terealisasi, semakin banyak negara akan mendapat kesempatan merasakan atmosfer putaran final Piala Dunia.
Kawasan Asia dan Afrika diperkirakan menjadi wilayah yang paling berpotensi memperoleh tambahan slot peserta.
Bagi Indonesia, wacana ini tentu menjadi angin segar. Peluang Timnas Indonesia untuk tampil di Piala Dunia dinilai semakin terbuka jika jumlah peserta benar-benar bertambah.
Apalagi, perkembangan sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan positif.
Meski demikian, rencana tersebut juga menuai perdebatan. Sebagian pihak khawatir jumlah peserta yang terlalu banyak dapat memengaruhi kualitas pertandingan.
Selain itu, jadwal kompetisi yang semakin panjang juga dikhawatirkan memberi beban lebih besar kepada para pemain.
Sementara itu, pihak yang mendukung format baru menilai Piala Dunia seharusnya menjadi ajang yang lebih inklusif dan memberi kesempatan lebih luas kepada negara-negara berkembang dalam sepak bola.
Terlebih, edisi 2030 dianggap sebagai momen bersejarah yang pantas dirayakan dengan konsep berbeda.
Sampai saat ini, FIFA masih belum mengambil keputusan resmi mengenai usulan tersebut.
Namun, pembahasan terkait format Piala Dunia 2030 diperkirakan akan terus menjadi sorotan dalam waktu mendatang. (kangtop)












