KONCOdewe.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia bulu tangkis Indonesia.
Pebulu tangkis tunggal putri andalan Tanah Air, Gregoria Mariska Tunjung, resmi menyatakan mundur dari Pelatnas PBSI pada Jumat (15/5/2026).
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh PBSI, yang menegaskan bahwa pihaknya menghormati langkah yang diambil atlet peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu.
Proses pengambilan keputusan disebut telah melalui komunikasi intens antara Gregoria dengan jajaran bidang pembinaan prestasi serta pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI.
Dalam keterangan resminya, PBSI menjelaskan bahwa keputusan tersebut tidak lepas dari kondisi kesehatan Gregoria yang belum pulih sepenuhnya.
Selama beberapa bulan terakhir, ia diketahui masih berjuang melawan gangguan vertigo yang berdampak pada aktivitas serta performanya di lapangan.
PBSI juga menyampaikan bahwa Gregoria telah mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan tim pelatih atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang diberikan selama lebih dari 10 tahun berada di lingkungan Pelatnas.
Disebutkan pula bahwa hingga saat ini, kondisi Gregoria masih dalam tahap pemulihan.
Ia mengaku belum merasa cukup siap untuk kembali tampil di kompetisi dan membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Gregoria Mariska Tunjung bergabung dengan Pelatnas PBSI sejak 2014, saat usianya masih 15 tahun.
Dalam kurun waktu 12 tahun, ia berkembang menjadi salah satu tunggal putri terbaik Indonesia di level dunia.
Perjalanan kariernya terbilang impresif, mulai dari atlet muda berbakat hingga berhasil menembus jajaran elite dunia bulu tangkis.
Pencapaian tertingginya termasuk menempati peringkat 5 dunia serta mempersembahkan medali perunggu di Olimpiade Paris 2024.
PBSI juga memberikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Gregoria selama membela Indonesia di berbagai turnamen internasional.
Federasi berharap ia dapat segera pulih dan kembali dalam kondisi terbaiknya di masa mendatang.
“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian. (kangtop)









