Harga Daging Ayam Ras Segar Tembus Rp38.600 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan 7 November 2026

Kombis32 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga daging ayam ras segar di pasar eceran nasional tercatat sebesar Rp38.600 per kilogram (kg) pada Sabtu, 7 November 2026.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, komoditas daging ayam masih menjadi salah satu kebutuhan pangan yang diperhatikan masyarakat.

Selain daging ayam, harga telur ayam ras segar tercatat mencapai Rp29.200 per kg.

Sementara itu, daging sapi kualitas 1 dijual dengan harga rata-rata Rp153.300 per kg dan kualitas 2 sebesar Rp144.100 per kg.

Pada kelompok cabai, harga cabai rawit merah berada di level Rp96.700 per kg.

Kemudian cabai merah keriting mencapai Rp88.900 per kg, cabai rawit hijau Rp76.950 per kg, dan cabai merah besar Rp70.550 per kg.

Untuk komoditas bawang, harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp37.500 per kg. Sedangkan bawang putih ukuran sedang dipasarkan dengan harga Rp38.550 per kg.

Harga Beras Nasional 7 November 2026

Harga beras di tingkat pedagang eceran nasional menunjukkan variasi berdasarkan kualitas.

Beras kualitas bawah I tercatat Rp15.000 per kg, sedangkan kualitas bawah II sebesar Rp14.800 per kg.

Pada kelompok beras medium, kualitas medium I dijual Rp16.700 per kg dan medium II sebesar Rp16.500 per kg.

Sementara itu, beras kualitas super I mencapai Rp18.050 per kg. Adapun kualitas super II tercatat sebesar Rp17.500 per kg.

Harga Gula Pasir dan Minyak Goreng

Beralih ke komoditas gula, harga gula pasir kualitas premium berada di angka Rp20.750 per kg. Sementara gula pasir lokal tercatat Rp19.650 per kg.

Untuk minyak goreng curah, harga rata-ratanya mencapai Rp20.350 per kg.

BACA:  Nilai Dolar AS Pagi Ini Rp17.522, Ada Pergerakan Menarik terhadap Yen dan Won

Adapun minyak goreng kemasan bermerek 1 dijual Rp24.450 per kg dan kemasan bermerek 2 sebesar Rp23.700 per kg.

Data PIHPS Nasional tersebut menggambarkan perkembangan harga rata-rata kebutuhan pokok di tingkat pedagang eceran secara nasional.

Harga di masing-masing daerah dapat berbeda mengikuti kondisi pasokan, permintaan masyarakat, serta kelancaran distribusi. (kangtop)