Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Hitam Membumbung 700 Meter

Kabar50 Dilihat

KONCOdewe.com – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) pagi.

Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik berwarna gelap dengan ketinggian mencapai sekitar 700 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, erupsi terjadi pada pukul 09.24 WIB.

Kolom abu yang teramati mencapai ketinggian kurang lebih 4.376 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pengamat Gunung Api Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan bahwa material abu yang keluar saat letusan terlihat berwarna kelabu hingga hitam pekat.

Intensitas abu terpantau tebal dan bergerak ke arah selatan serta barat daya.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong mengarah ke arah selatan dan barat daya,” terang Sigit dalam laporan tertulisnya.

Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam pada instrumen seismograf.

Erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum sebesar 31 milimeter, dengan durasi gempa letusan mencapai 447 detik.

Aktivitas Masyarakat di Besuk Kobokan Dibatasi

Menyusul erupsi tersebut, petugas mengingatkan masyarakat agar mematuhi rekomendasi keselamatan dan menjauhi kawasan rawan bencana.

Warga maupun pengunjung dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Selain itu, masyarakat yang berada di luar jarak tersebut diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Kawasan ini berisiko terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Larangan aktivitas juga diberlakukan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru.

BACA:  Purbaya Ungkap Alasan Diganti dari Kursi Menkeu: Ada Kaitannya dengan Perombakan Pejabat?

Area tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi terkena lontaran batu pijar saat terjadi aktivitas erupsi.

Waspadai Awan Panas, Guguran Lava, dan Lahar

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas guguran (APG), guguran lava, maupun aliran lahar.

Potensi bahaya tersebut terutama perlu diantisipasi di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak gunung.

Sejumlah aliran sungai yang menjadi perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Sungai-sungai kecil yang terhubung sebagai anak sungai Besuk Kobokan juga berpotensi dilalui aliran lahar.

Masyarakat diimbau tidak mengabaikan rekomendasi petugas serta menghindari kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Kepatuhan terhadap pembatasan aktivitas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko apabila aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. (kangtop)