Rupiah Menguat ke Rp18.120 per Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan Jumat 30 Oktober 2026

Kombis59 Dilihat

KONCOdewe.com – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026.

Mata uang Garuda bergerak positif setelah pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya juga mencatatkan kenaikan.

Mengacu pada data Bloomberg di pasar spot exchange, rupiah dibuka menguat 17 poin atau sekitar 0,09 persen ke posisi Rp18.120 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau melemah 0,29 persen ke level 101,738.

Sebelumnya, rupiah mengakhiri perdagangan Kamis (29/10/2026) dengan penguatan 47 poin atau 0,26 persen.

Saat itu, mata uang Indonesia berada di level Rp18.137 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan mata uang utama dunia turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Mengutip Reuters, yen Jepang bergerak relatif stabil pada Jumat menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ).

Yen tercatat sedikit melemah ke kisaran 157,815 per dolar AS. Sepanjang Oktober, mata uang Jepang tersebut mengalami penurunan sekitar 0,2 persen terhadap dolar AS.

BOJ diperkirakan mempertahankan suku bunga pada level 1,25 persen, meskipun tekanan inflasi masih menjadi perhatian.

Di sisi lain, dolar AS sempat terkoreksi tipis ke posisi 101,77.

Pelemahan tersebut dipengaruhi turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury serta aksi jual saham perusahaan di sektor kecerdasan buatan (AI).

Kondisi pasar tersebut turut mendorong sebagian investor beralih ke instrumen yang dinilai lebih aman atau safe haven.

Mata uang euro bergerak relatif datar di posisi 1,1185 dolar AS, setelah pada sesi sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak Mei 2025.

BACA:  Dolar AS Menguat ke Rp18.080, Rupiah Kembali Tertekan pada Senin 26 Oktober 2026

Sementara itu, poundsterling Inggris menguat 0,1 persen menjadi 1,3390 dolar AS. Sepanjang bulan ini, poundsterling telah mencatat kenaikan sekitar 1 persen.

Adapun dolar Australia tidak banyak bergerak dan berada di level 0,7030 dolar AS.

Meski demikian, mata uang tersebut telah menguat sekitar 1,2 persen selama Oktober.

Berbeda dengan dolar Australia, dolar Selandia Baru sedikit melemah ke posisi 0,5626 dolar AS dan cenderung bergerak stagnan sepanjang bulan ini.

Pergerakan berbagai mata uang tersebut mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi kebijakan bank sentral, imbal hasil obligasi, serta perkembangan investasi di sektor teknologi. (kangtop)