Harga Minyak Goreng Tak Berubah di Tengah Pangan yang Naik, Begini Pergerakannya di Akhir Agustus

Kombis116 Dilihat

KONCOdewe.com – Pergerakan harga pangan strategis pada akhir pekan, Sabtu (29/8/2026), kembali menunjukkan dinamika.

Berdasarkan data yang mengacu pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) per 28 Agustus 2026, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sementara beberapa bahan pangan lainnya justru mencatat penurunan.

Di tengah perubahan harga tersebut, minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang masih relatif stabil.

Kondisi ini berbeda dengan cabai, daging ayam, dan telur ayam yang mengalami kenaikan pada periode yang sama.

Untuk minyak goreng curah, harga rata-ratanya tercatat Rp20.450 per kilogram.

Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 1 masih berada di angka Rp24.300 per kilogram.

Adapun minyak goreng kemasan bermerek 2 juga belum mengalami perubahan dan bertahan pada harga Rp23.500 per kilogram.

Stabilnya harga minyak goreng menjadi kabar yang cukup penting bagi masyarakat karena komoditas tersebut merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga yang digunakan sehari-hari.

Dengan belum adanya perubahan harga, konsumen masih dapat membeli minyak goreng pada kisaran harga yang sama dibandingkan periode sebelumnya.

Cabai Mengalami Kenaikan

Sementara harga minyak goreng masih bertahan, kelompok cabai justru menunjukkan kenaikan yang cukup mencolok.

Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan peningkatan tertinggi. Harganya naik 8,72 persen atau Rp6.100 menjadi Rp76.050 per kilogram.

Kemudian, cabai rawit hijau mengalami kenaikan 5,08 persen atau Rp2.900, sehingga harga rata-ratanya mencapai Rp59.950 per kilogram.

Harga cabai merah keriting juga meningkat 3,8 persen atau Rp1.950 menjadi Rp53.250 per kilogram.

Sementara cabai merah besar naik 3,35 persen atau Rp1.650 dan kini berada di level Rp50.900 per kilogram.

BACA:  Harga Beras Kualitas Bawah I Rp14.700 per Kilogram, Cek Daftar Harga Pangan Nasional Terbaru

Bawang dan Gula Premium Turun

Berbeda dengan cabai, sejumlah komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga.

Bawang merah ukuran sedang turun 1,03 persen atau Rp400 menjadi Rp38.450 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang sebesar 0,75 persen atau Rp300, sehingga harganya berada di angka Rp39.850 per kilogram.

Untuk gula pasir, gula pasir kualitas premium turun tipis 0,25 persen atau Rp50 menjadi Rp20.300 per kilogram.

Sementara itu, gula pasir lokal justru naik 0,26 persen atau Rp50 menjadi Rp19.050 per kilogram.

Harga Beras Relatif Stabil

Perubahan harga beras pada periode ini terbilang cukup tipis. Beras kualitas bawah I naik Rp50 atau 0,34 persen menjadi Rp14.850 per kilogram.

Sedangkan beras kualitas bawah II masih bertahan di Rp14.650 per kilogram.

Untuk beras kategori medium, beras kualitas medium I naik Rp50 menjadi Rp16.550 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium II tetap Rp16.300 per kilogram.

Pada kategori super, beras kualitas super I naik Rp50 menjadi Rp17.800 per kilogram. Sementara beras kualitas super II masih berada di harga Rp17.250 per kilogram.

Daging Ayam dan Telur Ikut Naik

Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas protein hewani. Daging ayam ras segar mengalami kenaikan 1,31 persen atau Rp550, sehingga harga rata-ratanya menjadi Rp42.550 per kilogram.

Harga daging sapi kualitas 1 naik 0,26 persen atau Rp400 menjadi Rp151.850 per kilogram.

Sementara daging sapi kualitas 2 meningkat tipis 0,07 persen atau Rp100 menjadi Rp142.600 per kilogram.

Adapun telur ayam ras segar mengalami kenaikan 0,85 persen atau Rp250, sehingga kini berada di level Rp29.500 per kilogram.

Dengan kondisi tersebut, harga minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang masih stabil di tengah naik-turunnya sejumlah bahan pangan lainnya.

BACA:  Harga Pangan 23 September 2026 Berubah, Cabai Kompak Turun dan Beras Relatif Stabil

Minyak goreng curah berada di Rp20.450 per kilogram, kemasan bermerek 1 Rp24.300 per kilogram, dan kemasan bermerek 2 Rp23.500 per kilogram. (kangtop)