KONCOdewe.com – Pergerakan harga pangan strategis kembali terjadi menjelang akhir pekan.
Pada Sabtu (29/8/2026) pukul 12.30 WIB, sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat tercatat mengalami perubahan harga berdasarkan data rata-rata nasional.
Salah satu yang mengalami kenaikan adalah daging ayam ras segar.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) dengan perubahan harga per 28 Agustus 2026, harga daging ayam ras segar meningkat 1,31 persen atau Rp550.
Dengan kenaikan tersebut, harga daging ayam ras segar kini mencapai Rp42.550 per kilogram.
Perubahan ini menjadi perhatian karena daging ayam merupakan salah satu bahan pangan yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat dan kerap menjadi pilihan sumber protein sehari-hari.
Kenaikan harga daging ayam tersebut terjadi bersamaan dengan perubahan pada sejumlah komoditas pangan lainnya.
Ada bahan pokok yang mengalami kenaikan, tetapi sebagian komoditas justru bergerak turun atau masih bertahan pada harga sebelumnya.
Harga Daging Sapi Juga Bergerak Naik
Tidak hanya daging ayam, harga daging sapi turut mengalami peningkatan meski dalam skala terbatas.
Daging sapi kualitas 1 naik 0,26 persen atau Rp400 menjadi Rp151.850 per kilogram.
Sementara daging sapi kualitas 2 mengalami kenaikan 0,07 persen atau Rp100, sehingga berada di angka Rp142.600 per kilogram.
Untuk telur ayam ras segar, harga rata-ratanya naik 0,85 persen atau Rp250 menjadi Rp29.500 per kilogram.
Harga Cabai Masih Menguat
Kelompok cabai menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan yang cukup besar.
Cabai rawit merah naik 8,72 persen atau Rp6.100 dan kini berada di level Rp76.050 per kilogram.
Kemudian, cabai rawit hijau meningkat 5,08 persen atau Rp2.900 menjadi Rp59.950 per kilogram.
Sementara cabai merah keriting naik 3,8 persen atau Rp1.950 menjadi Rp53.250 per kilogram.
Adapun cabai merah besar bertambah 3,35 persen atau Rp1.650, sehingga harga rata-ratanya menjadi Rp50.900 per kilogram.
Harga Bawang dan Gula Bergerak Berbeda
Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas, bawang justru menunjukkan penurunan.
Bawang merah ukuran sedang turun 1,03 persen atau Rp400 menjadi Rp38.450 per kilogram.
Sedangkan bawang putih ukuran sedang berkurang 0,75 persen atau Rp300, sehingga harganya menjadi Rp39.850 per kilogram.
Pada kelompok gula, gula pasir kualitas premium turun 0,25 persen atau Rp50 menjadi Rp20.300 per kilogram.
Sebaliknya, gula pasir lokal naik tipis 0,26 persen atau Rp50 menjadi Rp19.050 per kilogram.
Harga Beras Relatif Stabil
Perubahan pada kelompok beras tergolong kecil.
Beras kualitas bawah I naik 0,34 persen atau Rp50 menjadi Rp14.850 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II tetap berada di angka Rp14.650 per kilogram.
Untuk kategori medium, beras kualitas medium I naik 0,3 persen atau Rp50 menjadi Rp16.550 per kilogram.
Sementara beras kualitas medium II masih bertahan pada Rp16.300 per kilogram.
Adapun beras kualitas super I meningkat 0,28 persen atau Rp50 menjadi Rp17.800 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II tidak berubah dan tetap Rp17.250 per kilogram.
Harga Minyak Goreng Belum Berubah
Sementara itu, harga minyak goreng masih relatif stabil.
Minyak goreng curah tetap berada di level Rp20.450 per kilogram.
Kemudian minyak goreng kemasan bermerek 1 masih dibanderol Rp24.300 per kilogram, sedangkan kemasan bermerek 2 tetap Rp23.500 per kilogram.
Secara keseluruhan, perkembangan harga pangan pada akhir Agustus menunjukkan pergerakan yang beragam.
Harga daging ayam ras segar naik menjadi Rp42.550 per kilogram, sementara harga daging sapi dan telur juga meningkat.
Di sisi lain, harga bawang mengalami penurunan dan minyak goreng masih bertahan pada level sebelumnya. (kangtop)











