Terapi Sehat dengan Jus Buah dan Sayur, Begini Cara Mengolahnya agar Nutrisi Tidak Terbuang

Kesehatan36 Dilihat

KONCOdewe.com – Segelas jus buah atau sayur kerap menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian.

Rasanya yang segar membuat minuman ini digemari banyak orang, terutama sebagai menu sarapan atau pelepas dahaga di siang hari.

Namun, tidak semua jus yang dibuat di rumah otomatis memberikan manfaat maksimal bagi tubuh.

Tanpa disadari, cara mengolah jus dapat memengaruhi kandungan gizinya.

Kebiasaan menambahkan terlalu banyak gula, memakai es batu berlebihan, atau langsung mengolah buah yang baru keluar dari lemari pendingin justru berpotensi mengurangi manfaat yang seharusnya diperoleh tubuh.

Karena itu, memahami teknik penyajian yang tepat menjadi langkah penting agar setiap gelas jus benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan.

Mengenal Perbedaan Jus, Lassi, dan Smoothie

Banyak orang menganggap semua minuman berbahan buah memiliki jenis yang sama.

Padahal, berdasarkan cara penyajiannya, minuman sari buah dibedakan menjadi tiga kelompok.

Jenis pertama adalah jus, yaitu sari buah atau sayuran yang diperoleh melalui proses pemerasan atau penghancuran menggunakan blender maupun alat pemeras.

Minuman ini dapat dibuat dari berbagai bahan, seperti jeruk, apel, nanas, semangka, melon, tomat, hingga mentimun.

Jenis berikutnya adalah lassi, yakni jus yang dipadukan dengan yoghurt sehingga menghasilkan rasa lebih lembut sekaligus menambah kandungan probiotik yang baik bagi saluran pencernaan.

Sementara itu, smoothie memiliki tekstur lebih kental karena ditambahkan bahan seperti pisang, alpukat, kelapa muda, maupun havermut atau oat.

Tekstur yang lembut membuat smoothie sering dijadikan menu pengganti sarapan karena lebih mengenyangkan.

Jangan Langsung Mengolah Buah dari Lemari Es

Banyak orang mengira buah yang masih sangat dingin akan menghasilkan jus yang lebih segar.

BACA:  Jangan Sepelekan Pola Hidup Sehat, Kebiasaan Ini Bisa Membantu Menurunkan Risiko Kanker

Padahal, para ahli menyarankan agar buah yang baru dikeluarkan dari kulkas tidak langsung diproses.

Sebaiknya buah didiamkan terlebih dahulu selama sekitar 15 hingga 30 menit hingga suhunya menjadi lebih sejuk dan mendekati suhu ruangan.

Langkah sederhana ini membantu tubuh menyerap nutrisi secara lebih optimal dibandingkan ketika jus disajikan dalam kondisi terlalu dingin.

Menambahkan banyak es batu juga tidak selalu menjadi pilihan terbaik.

Minuman yang terlalu dingin dapat membuat proses penyerapan zat gizi berlangsung kurang maksimal.

Karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan suhu makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Pilih Buah Kaya Antioksidan untuk Menjaga Kesehatan

Jus yang kaya antioksidan menjadi salah satu pilihan terbaik untuk membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung proses peremajaan sel.

Kandungan seperti beta-karoten, likopen, lutein, vitamin C, dan asam sitrat dikenal berperan sebagai pelindung sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Sumber beta-karoten dapat ditemukan pada wortel maupun buah kesemek yang kini semakin jarang dijumpai.

Sementara vitamin C melimpah terdapat pada berbagai buah, termasuk pepaya dan jambu biji merah yang meski bercita rasa manis tetap memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi.

Buah-buahan bercita rasa asam seperti lemon, jeruk nipis, jeruk manis, maupun sirsak juga mengandung asam sitrat yang berperan membantu mendukung fungsi hati dalam proses detoksifikasi alami tubuh.

Lemak Sehat Juga Berperan Penting

Tidak hanya vitamin dan mineral, tubuh juga membutuhkan lemak sehat sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Salah satu yang banyak dianjurkan adalah asam lemak omega-3 yang memiliki sifat antioksidan.

Nutrisi tersebut dapat diperoleh dari alpukat, berbagai jenis kacang-kacangan seperti kenari, almond, dan kacang mete, maupun minyak zaitun extra virgin.

BACA:  Rahasia Tubuh Sehat Ternyata Bukan Diet Ketat, Tapi Kebiasaan Sederhana Ini

Mengombinasikan bahan-bahan tersebut dalam smoothie dapat menjadi pilihan untuk menambah nilai gizi sekaligus memberikan rasa lebih lembut.

Hindari Campuran Buah yang Terlalu Manis

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan secara optimal, sebaiknya hindari membuat jus dari campuran buah yang sangat manis dan mudah mengalami proses fermentasi apabila terlalu matang.

Beberapa contoh buah dalam kelompok ini antara lain durian, nangka, dan cempedak.

Selain memiliki kandungan gula yang tinggi, buah-buahan tersebut kurang dianjurkan sebagai bahan utama jus apabila tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan dan mendukung proses antiaging.

Kulit Sehat Berawal dari Pikiran yang Tenang

Menjaga penampilan tidak hanya bergantung pada makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dipengaruhi kondisi psikologis.

Stres yang berkepanjangan dapat mempercepat proses penuaan sehingga kesehatan mental turut berperan dalam menjaga kebugaran tubuh.

Untuk membantu tubuh menghadapi stres, konsumsi makanan yang kaya kalium.

Seperti berbagai jenis buah, vitamin B kompleks yang banyak terdapat pada kacang hijau, kacang merah, serta kelompok polong-polongan, dapat menjadi pilihan.

Bubuk cokelat murni juga dikenal mengandung senyawa yang membantu memberikan efek relaksasi.

Jus buah dan sayur akan memberikan manfaat terbaik apabila diolah dengan cara yang benar, menggunakan bahan berkualitas, serta dikombinasikan dengan pola makan sehat dan gaya hidup yang seimbang.

Dengan begitu, segelas jus bukan hanya menjadi minuman penyegar, tetapi juga bagian dari investasi kesehatan untuk jangka panjang. (kangtop)