BNPB Ungkap Dampak Gempa M 7,7 di NTT: 14 Meninggal, 54 Rumah Rusak Berat

Kabar62 Dilihat

KONCOdewe.com – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperbarui.

Hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 12.30 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 14 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 11 lainnya menderita luka ringan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara.

Petugas di lapangan masih melakukan pendataan, verifikasi, serta validasi untuk memastikan kondisi dan jumlah korban.

“Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan,” kata Berton di Jakarta, Sabtu, dikutip dari Antara.

Korban Meninggal Tersebar di Tiga Kabupaten

Berdasarkan laporan sementara, korban meninggal dunia tersebar di sejumlah wilayah.

Kabupaten Sikka tercatat tiga korban meninggal dunia, kemudian Kabupaten Manggarai enam orang, serta Kabupaten Manggarai Timur lima orang.

Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka dilaporkan berada di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga berdampak terhadap masyarakat.

Sekitar lima kepala keluarga dilaporkan terdampak, sedangkan kurang lebih 2.000 warga memilih mengungsi atau melakukan evakuasi secara mandiri.

Berton menjelaskan, sebagian warga meninggalkan rumah setelah merasakan guncangan kuat.

Evakuasi juga dilakukan menyusul peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama terjadi.

Puluhan Rumah Mengalami Kerusakan

Kerusakan bangunan juga menjadi dampak lain dari gempa tersebut. Data sementara BNPB mencatat 54 rumah mengalami rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

BACA:  Tragedi Venezuela Kian Mencekam, Bau Jenazah Mulai Menyebar saat Rumah Sakit Kewalahan Tangani Korban Gempa

Sejumlah fasilitas umum turut terdampak. Kerusakan dilaporkan terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan.

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup besar. Di wilayah tersebut tercatat 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan.

Selain rumah warga, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan di Kabupaten Manggarai juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur mencatat 23 rumah rusak berat akibat guncangan gempa.

Di Kabupaten Nagekeo, kerusakan sementara meliputi dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, serta dua rumah rusak ringan.

Dua fasilitas ibadah juga mengalami kerusakan ringan dan lima kantor pemerintahan turut terdampak.

Lalu Lintas Macet, Listrik Masih Padam

Kondisi di sejumlah wilayah terdampak hingga Sabtu siang masih dalam penanganan.

Arus lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan, sementara aliran listrik masih padam di sejumlah lokasi.

Petugas gabungan bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan, pendataan, serta penanganan terhadap masyarakat yang terdampak.

Data korban dan kerusakan masih dapat berubah seiring proses verifikasi yang dilakukan tim di lapangan. (kangtop)