Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap II, Gratis untuk 30 Ribu Peserta

Kabar13 Dilihat

KONCOdewe.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan pelatihan kerja melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Tahap II yang resmi dibuka mulai 19 Mei hingga 9 Juni 2026.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, mengajak masyarakat khususnya para angkatan kerja muda untuk segera memanfaatkan program tersebut sebagai sarana peningkatan kompetensi.

“Kami mengajak masyarakat, khususnya angkatan kerja muda, untuk mengikuti Pelatihan Vokasi ini,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Pada tahap kedua ini, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 30 ribu peserta.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi skillhub.kemnaker.go.id serta platform SIAPkerja.

Program ini diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat, dengan syarat minimal usia 17 tahun serta telah memiliki akun di platform SIAPkerja.

Seluruh pelatihan diberikan tanpa dipungut biaya alias gratis.

Darmawansyah menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan kerja, produktivitas, disiplin, serta etos kerja peserta agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha.

“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja agar siap terserap di industri atau mampu membuka usaha sendiri,” jelasnya.

Tahapan Pelaksanaan Pelatihan Vokasi 2026

Pelaksanaan program ini dimulai dari pendaftaran pada 19 Mei hingga 9 Juni 2026. Setelah itu, tahap seleksi dan wawancara akan berlangsung pada 10–17 Juni 2026.

Hasil seleksi kemudian diumumkan pada 18 Juni 2026, sementara kegiatan kick off dan orientasi program dijadwalkan pada 22 Juni 2026.

Pelatihan ini akan dilaksanakan secara serentak di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPT BPVP), serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) dan Unit Pelatihan Teknis Daerah (UPTD) Kemnaker di berbagai wilayah Indonesia.

BACA:  Haji 2026 Cetak Rekor Baru, Lebih dari 1,7 Juta Umat Muslim Datang ke Tanah Suci, Arab Saudi Sebut Antusiasme Dunia Tetap Tinggi

Fasilitas Lengkap bagi Peserta

Peserta yang lolos akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pelatihan gratis, makan siang, hingga bantuan uang transportasi.

Selain itu, peserta juga memperoleh perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Di akhir program, peserta akan menerima sertifikat pelatihan dari BPVP serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Fasilitas asrama juga disediakan sesuai dengan ketersediaan dan ketentuan yang berlaku.

Dorongan Penguatan Link and Match Industri

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya pelatihan vokasi dalam menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja.

Menurutnya, salah satu tantangan ketenagakerjaan saat ini adalah masih adanya ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha.

“Hal ini perlu dijembatani melalui pelatihan vokasi yang berkualitas dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga mendorong peningkatan kualitas instruktur serta memastikan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri agar lulusan lebih siap kerja.

Yassierli mencontohkan, tingkat penyerapan kerja lulusan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang pada 2025 mencapai 82 persen, yang menunjukkan efektivitas program pelatihan tersebut.

Selain itu, ia juga meninjau langsung berbagai workshop pelatihan dan kegiatan walk-in interview di BBPVP Serang sebagai upaya mempercepat penyaluran tenaga kerja ke dunia industri.

BBPVP Serang sendiri menyelenggarakan pelatihan dalam berbagai bidang kejuruan.

Seperti Teknik Las, Teknik Listrik, Manufaktur, TIK, Bisnis dan Manajemen, Fashion Technology, hingga Teknologi Pengolahan Agroindustri dengan total 18 program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. (kangtop)