KONCOdewe.com – Harga sejumlah bahan pangan kembali mengalami perubahan di pasar tradisional pada Minggu, 20 September 2026.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hingga Jumat, 18 September 2026, pergerakan harga terjadi pada berbagai komoditas, baik yang mengalami kenaikan maupun penurunan.
Salah satu komoditas yang mencatat kenaikan adalah cabai merah besar. Harga komoditas ini naik 6,23 persen menjadi Rp58.000 per kilogram.
Perubahan tersebut menjadi perhatian karena cabai merupakan salah satu bahan yang cukup sering digunakan dalam kebutuhan dapur sehari-hari.
Harga Cabai Merah Besar Naik
Harga cabai merah besar kini mencapai Rp58.000 per kilogram setelah mengalami kenaikan 6,23 persen.
Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya harga beberapa jenis cabai lainnya.
Cabai merah keriting tercatat mengalami kenaikan paling tinggi secara persentase dalam kelompok cabai tersebut, yakni 9,42 persen menjadi Rp69.100 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit hijau naik 4,81 persen dan berada di level Rp67.600 per kilogram.
Cabai rawit merah juga mengalami peningkatan 6,78 persen sehingga mencapai Rp96.100 per kilogram.
Dengan demikian, seluruh jenis cabai yang tercantum dalam data PIHPS menunjukkan pergerakan harga ke atas.
Harga Beras Ikut Naik
Kenaikan harga juga terlihat pada hampir seluruh jenis beras yang tercatat dalam data PIHPS.
Beras kualitas bawah I naik Rp100 atau sekitar 0,68 persen menjadi Rp14.900 per kilogram. Beras medium I meningkat Rp50 atau 0,3 persen menjadi Rp16.650 per kilogram.
Selanjutnya, beras medium II naik sekitar 0,31 persen menjadi Rp16.400 per kilogram.
Beras super I meningkat 0,56 persen ke level Rp17.950 per kilogram, sedangkan beras super II naik 0,29 persen menjadi Rp17.350 per kilogram.
Daging Sapi dan Telur Menguat
Pada kelompok protein hewani, harga daging sapi kualitas I mengalami kenaikan Rp950 atau sekitar 0,62 persen menjadi Rp153.050 per kilogram.
Daging sapi kualitas II juga naik Rp950 atau sekitar 0,67 persen dan kini berada di harga Rp143.750 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar turut meningkat Rp200 atau 0,67 persen menjadi Rp30.050 per kilogram.
Namun, daging ayam ras segar justru bergerak turun. Harganya berkurang Rp100 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp42.350 per kilogram.
Gula dan Minyak Goreng Bergerak Beragam
Harga gula pasir juga tercatat mengalami kenaikan. Gula pasir kualitas premium naik 0,25 persen menjadi Rp20.400 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal meningkat 0,52 persen menjadi Rp19.200 per kilogram.
Pada kelompok minyak goreng, pergerakan harga berbeda menurut jenisnya. Minyak goreng curah turun Rp50 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp20.400 per kilogram.
Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 0,41 persen menjadi Rp24.450 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek 2 juga meningkat 0,43 persen dan berada di level Rp23.600 per kilogram.
Harga Bawang Bergerak Berlawanan
Komoditas bawang juga mengalami perubahan harga dengan arah yang berbeda.
Harga bawang merah ukuran sedang turun Rp450 atau sekitar 1,19 persen menjadi Rp37.250 per kilogram.
Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang naik Rp100 atau 0,25 persen menjadi Rp39.400 per kilogram.
Cabai Jadi Salah Satu Komoditas yang Naik
Kenaikan cabai merah besar menjadi Rp58.000 per kilogram menjadi salah satu catatan dalam perkembangan harga pangan kali ini.
Pergerakan tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan pada cabai merah keriting, cabai rawit hijau, dan cabai rawit merah.
Di luar kelompok cabai, harga pangan juga menunjukkan pergerakan yang tidak seragam.
Beras, daging sapi, telur, gula, dan bawang putih mengalami kenaikan, sedangkan daging ayam, bawang merah, dan minyak goreng curah tercatat turun.
Perubahan harga tersebut penting dipantau karena dapat memengaruhi pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
Dengan mengetahui perkembangan harga, konsumen dapat menyesuaikan daftar belanja dan anggaran sesuai kebutuhan. (kangtop)












