KONCOdewe.com – Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak dialami masyarakat Indonesia.
Meski sering dianggap hanya menyebabkan tubuh mudah lelah, kondisi ini sebenarnya dapat memengaruhi fungsi berbagai organ apabila tidak segera ditangani.
Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah batas normal sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh ikut menurun.
Hemoglobin merupakan protein penting yang terdapat di dalam sel darah merah.
Tugas utamanya adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.
Ketika kadar hemoglobin rendah, organ-organ tubuh akan kekurangan pasokan oksigen sehingga memunculkan berbagai keluhan.
Mulai dari mudah lelah hingga gangguan fungsi organ yang lebih serius.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kadar hemoglobin normal berbeda pada setiap kelompok usia dan kondisi tertentu.
Anak usia 6 bulan hingga 4 tahun memiliki batas normal minimal 11 gram per desiliter (gr/dL), anak usia 5–11 tahun sebesar 11,5 gr/dL,.
Remaja usia 12–14 tahun sebesar 12 gr/dL, wanita dewasa 12 gr/dL, ibu hamil 11 gr/dL, sedangkan pria dewasa minimal 13 gr/dL.
Anemia Masih Menjadi Masalah Kesehatan di Indonesia
Kasus anemia di Indonesia masih tergolong tinggi, terutama pada ibu hamil dan anak-anak.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dari Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia, dengan jumlah terbanyak berada pada kelompok usia 15 hingga 24 tahun.
Pada perempuan, anemia sering dipicu oleh kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, pola makan yang tidak seimbang, perdarahan saat menstruasi, hingga penyakit tertentu seperti infeksi cacing maupun malaria.
Kondisi tersebut membuat cadangan zat besi dalam tubuh terus berkurang sehingga produksi hemoglobin ikut menurun.
Gejala Anemia Sering Diabaikan
Banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami anemia karena gejalanya berkembang secara perlahan.
Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak awal sangat penting agar penanganan bisa segera dilakukan.
Gejala yang paling umum adalah tubuh terasa lesu, letih, lemah, lelah, dan lunglai atau dikenal dengan istilah 5L.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami pusing, sakit kepala, mata berkunang-kunang, mudah mengantuk.
Kulit tampak pucat atau kekuningan, detak jantung tidak teratur, sesak napas, nyeri dada, hingga tangan dan kaki terasa dingin.
Apabila mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin di fasilitas kesehatan.
Pemeriksaan ini penting untuk memastikan apakah keluhan yang dirasakan memang disebabkan oleh anemia atau kondisi medis lainnya.
Kelelahan Berat Bisa Mengganggu Aktivitas Sehari-hari
Mayo Clinic menjelaskan bahwa anemia yang sudah cukup berat dapat menyebabkan kelelahan ekstrem.
Kondisi ini membuat penderitanya kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, bahkan tugas sederhana sekalipun terasa sangat berat karena tubuh kekurangan oksigen.
Jika dibiarkan dalam waktu lama, produktivitas akan menurun dan kualitas hidup penderita ikut terganggu.
Anemia Berbahaya Bagi Ibu Hamil dan Janin
Anemia selama kehamilan memerlukan perhatian khusus karena dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun bayi.
Kekurangan hemoglobin dapat menghambat pertumbuhan janin di dalam kandungan dan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun lahir sebelum waktunya.
Selain itu, anemia juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kelainan bawaan pada bayi, anemia pada bayi setelah lahir.
Hingga perdarahan saat proses persalinan yang dapat membahayakan keselamatan ibu.
Gangguan Jantung Menjadi Salah Satu Komplikasi
Saat tubuh mengalami anemia, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Akibatnya, detak jantung dapat menjadi lebih cepat atau tidak teratur.
Dalam kondisi yang berlangsung lama, beban kerja jantung yang meningkat dapat menyebabkan pembesaran jantung hingga gagal jantung.
Terutama apabila anemia tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Beberapa Jenis Anemia Dapat Mengancam Nyawa
Tidak semua anemia bersifat ringan. Beberapa jenis anemia bawaan, seperti anemia sel sabit, dapat menimbulkan komplikasi serius yang mengancam jiwa.
Selain itu, kehilangan darah dalam jumlah besar dalam waktu singkat juga dapat menyebabkan anemia akut yang berat.
Kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera karena dapat berakibat fatal apabila tidak segera diatasi.
Daya Tahan Tubuh Menurun dan Luka Sulit Sembuh
Menurut Cleveland Clinic, kekurangan zat besi juga berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh.
Mineral ini memiliki peran penting dalam membantu sel darah putih menjalankan fungsinya melawan infeksi.
Akibatnya, penderita anemia lebih mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuh menurun.
Tidak hanya itu, proses penyembuhan luka juga menjadi lebih lambat sehingga luka lebih mudah mengalami infeksi.
Karena itu, anemia sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah kesehatan ringan.
Mengenali gejala sejak dini, menjaga pola makan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan zat besi.
Serta rutin memeriksa kadar hemoglobin apabila memiliki faktor risiko merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari. (kangtop)











