KONCOdewe.com – Harga gula pasir masih relatif stabil berdasarkan pembaruan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Jumat (31/7/2026).
Di tingkat pedagang eceran, gula pasir premium dipatok Rp20.150 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal bertahan di angka Rp19.100 per kilogram.
Stabilnya harga gula menjadi salah satu perhatian di tengah pergerakan harga berbagai kebutuhan pokok yang masih berfluktuasi.
Data PIHPS menunjukkan harga tersebut merupakan rata-rata nasional dan dapat berbeda di setiap daerah sesuai kondisi distribusi, pasokan, serta permintaan pasar.
Selain gula, sejumlah komoditas pangan lainnya juga mengalami perubahan harga.
Cabai rawit merah dijual rata-rata Rp54.450 per kilogram, cabai merah besar Rp48.850 per kilogram, cabai merah keriting Rp44.250 per kilogram, dan cabai rawit hijau mencapai Rp49.250 per kilogram.
Pada kelompok bumbu dapur, bawang merah tercatat Rp41.400 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di level Rp42.450 per kilogram.
Sementara itu, telur ayam ras dipasarkan dengan harga rata-rata Rp29.550 per kilogram.
Untuk komoditas beras, beras kualitas bawah I dijual Rp15.200 per kilogram, kualitas bawah II Rp15.300 per kilogram.
Medium I Rp16.550 per kilogram, medium II Rp16.450 per kilogram, kualitas super I Rp17.500 per kilogram, dan kualitas super II Rp17.100 per kilogram.
Di sektor protein hewani, daging ayam ras segar dibanderol Rp38.600 per kilogram.
Sementara itu, daging sapi kualitas I tercatat Rp149.200 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di angka Rp141.000 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng, minyak goreng curah dijual Rp20.450 per liter.
Adapun minyak goreng kemasan bermerek I dipatok Rp23.850 per liter, sedangkan kemasan bermerek II berada di level Rp23.400 per liter.
Data PIHPS merupakan acuan harga rata-rata nasional di tingkat pedagang eceran.
Harga komoditas di setiap wilayah dapat berbeda bergantung pada kondisi pasokan, distribusi, serta tingkat permintaan masyarakat. (kangtop)










