Harga Minyak Goreng Curah Masih Rp20.450 per Liter, Berikut Daftar Harga Pangan Nasional Terbaru

Kombis30 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga minyak goreng masih menjadi perhatian masyarakat di tengah fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok.

Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Jumat (31/7/2026), harga minyak goreng curah tercatat Rp20.450 per liter.

Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I dipasarkan dengan harga rata-rata Rp23.850 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II berada di level Rp23.400 per liter.

Harga tersebut merupakan rata-rata nasional di tingkat pedagang eceran dan masih dapat berubah sesuai kondisi pasar di masing-masing daerah.

Selain minyak goreng, sejumlah komoditas pangan lainnya juga menunjukkan pergerakan harga.

Cabai rawit merah tercatat dijual Rp54.450 per kilogram, cabai merah besar Rp48.850 per kilogram, cabai merah keriting Rp44.250 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp49.250 per kilogram.

Untuk kelompok bumbu dapur, harga bawang merah berada di angka Rp41.400 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp42.450 per kilogram.

Sementara telur ayam ras dijual rata-rata Rp29.550 per kilogram.

Di kelompok beras, beras kualitas bawah I dipatok Rp15.200 per kilogram, kualitas bawah II Rp15.300 per kilogram.

Beras kualitas medium I Rp16.550 per kilogram, medium II Rp16.450 per kilogram, kualitas super I Rp17.500 per kilogram, dan kualitas super II Rp17.100 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras segar dijual Rp38.600 per kilogram.

Adapun daging sapi kualitas I tercatat Rp149.200 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di level Rp141.000 per kilogram.

Harga gula pasir juga relatif stabil. Gula pasir premium dipasarkan Rp20.150 per kilogram, sementara gula pasir lokal masih bertahan di angka Rp19.100 per kilogram.

BACA:  Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026 Masih Bertahan di Rp 2,839 Juta per Gram

Data PIHPS merupakan harga rata-rata nasional di tingkat pedagang eceran.

Harga di lapangan dapat berbeda antarwilayah, bergantung pada kondisi pasokan, distribusi, serta tingkat permintaan di masing-masing daerah. (kangtop)