Sering Makan di Luar? Kebiasaan Ini Diam-Diam Bisa Meningkatkan Risiko Obesitas

Kesehatan40 Dilihat

KONCOdewe.com – Akhir pekan identik dengan waktu bersantai bersama keluarga maupun teman.

Tak sedikit orang memanfaatkannya untuk berburu kuliner di restoran favorit atau memesan makanan melalui layanan pesan antar.

Aktivitas ini bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern, terutama di kawasan perkotaan.

Di balik kelezatan berbagai menu yang menggoda selera, terdapat hal yang kerap luput dari perhatian.

Banyak makanan dan minuman yang populer justru mengandung gula, lemak, dan kalori dalam jumlah tinggi, sementara kandungan serat, vitamin, maupun mineralnya relatif rendah.

Jika kebiasaan ini terus dilakukan tanpa diimbangi pola hidup sehat, risikonya bisa berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

Menu Lezat Belum Tentu Menyehatkan

Beragam makanan kekinian memang dirancang dengan cita rasa yang menggugah selera serta tampilan yang menarik.

Namun, menurut Head of Nutrifood Research Center, Astri Kurniati, banyak menu favorit masyarakat memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.

Konsumsi gula berlebihan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, hingga diabetes.

Karena itu, menikmati makanan favorit tetap diperbolehkan, tetapi perlu disertai kemampuan mengendalikan porsi dan frekuensi konsumsinya.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dari Kementerian Kesehatan RI juga menunjukkan bahwa angka obesitas pada orang dewasa terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Persentasenya naik dari 10,5 persen pada 2007 menjadi 14,8 persen pada 2013, kemudian meningkat lagi menjadi 21,8 persen pada 2018.

Fakta ini menjadi pengingat bahwa pola makan memiliki peran besar terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Pilih Cara Memasak yang Lebih Sehat

Menikmati makanan di luar rumah bukan berarti harus mengorbankan kesehatan.

BACA:  Rahasia Tubuh Sehat Ternyata Bukan Diet Ketat, Tapi Kebiasaan Sederhana Ini

Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memperhatikan cara makanan tersebut diolah.

Makanan yang digoreng menggunakan banyak minyak umumnya mengandung lemak dan kalori lebih tinggi dibandingkan makanan yang dimasak dengan cara dikukus, ditumis, direbus, atau dipanggang.

Oleh karena itu, memilih teknik memasak yang lebih sehat dapat membantu mengurangi asupan lemak berlebih tanpa harus kehilangan cita rasa makanan.

Selain memilih menu, penting juga untuk memperhatikan ukuran porsi agar kebutuhan energi tetap sesuai dengan aktivitas sehari-hari.

Kendalikan Konsumsi Gula dan Garam

Kebiasaan makan secara sadar (mindful eating) juga menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan.

Langkah pertama adalah mengenali jenis rasa yang paling disukai, apakah cenderung manis, asin, atau gurih.

Apabila menyadari memiliki kegemaran terhadap makanan atau minuman manis, mulailah mengurangi jumlah gula yang dikonsumsi setiap hari.

Berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan, konsumsi gula sebaiknya tidak melebihi empat sendok makan atau sekitar 50 gram per hari.

Jumlah tersebut sudah mencakup gula yang berasal dari makanan maupun minuman.

Begitu pula dengan garam. Asupan garam dianjurkan tidak lebih dari satu sendok teh atau sekitar lima gram setiap hari untuk membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung.

Saat memesan minuman, konsumen juga dapat memilih tingkat kemanisan yang lebih rendah atau menggunakan pemanis alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Tren Menu Sehat Semakin Diminati

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat turut mendorong pelaku industri kuliner menghadirkan pilihan menu yang lebih bergizi.

General Manager Marketing & PR Boga Group, Ellen Widodo, menyebut permintaan terhadap menu sehat terus mengalami peningkatan.

Hal tersebut terlihat dari penjualan menu salad yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

BACA:  9 Alasan Mengapa Jalan Kaki Layak Jadi Rutinitas Harian untuk Menjaga Kesehatan

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, berbagai restoran mulai menghadirkan menu yang memberikan keleluasaan bagi pelanggan memilih kombinasi makanan sesuai kebutuhan nutrisi dan jumlah kalori yang diinginkan.

Konsumen kini dapat memadukan sumber karbohidrat, protein, sayuran, hingga berbagai pilihan topping dan saus agar menu yang disantap tetap lezat sekaligus seimbang dari sisi gizi.

Bijak Menikmati Wisata Kuliner

Menjelajahi berbagai tempat makan tidak harus dihentikan hanya karena ingin hidup sehat.

Kuncinya adalah memilih menu secara bijak, mengontrol porsi makan, membatasi konsumsi gula, garam.

Serta makanan tinggi lemak, dan tetap mengimbanginya dengan aktivitas fisik yang cukup.

Dengan menerapkan pola makan yang lebih seimbang, hobi berburu kuliner tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan.

Sebab, gaya hidup sehat bukan berarti menghindari makanan favorit sepenuhnya.

Melainkan mampu membuat pilihan yang lebih baik setiap kali menikmati hidangan. (kangtop)