Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Makanan Anda Tak Hanya Baik untuk Tubuh, tetapi Juga Menyelamatkan Lingkungan

Kesehatan38 Dilihat

KONCOdewe.com – Apa yang tersaji di atas meja makan ternyata tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh, tetapi juga berdampak pada kelestarian lingkungan.

Temuan ini terungkap dalam sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pilihan makanan sehari-hari memiliki hubungan erat dengan perubahan iklim, penggunaan sumber daya alam, hingga kualitas lingkungan.

Mengonsumsi makanan yang lebih sehat, terutama yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, disebut mampu memberikan manfaat ganda.

Selain membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, pola makan tersebut juga dinilai lebih ramah terhadap bumi.

Dibandingkan konsumsi makanan yang didominasi produk hewani, khususnya daging merah.

Temuan yang dikutip dari The Guardian ini menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah negara mulai mengampanyekan pengurangan konsumsi daging.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menekan dampak terhadap lingkungan.

Makanan Berbasis Tumbuhan Dinilai Paling Menguntungkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian merupakan kelompok makanan yang memberikan manfaat paling besar bagi kesehatan sekaligus lingkungan.

Pola makan yang kaya bahan pangan nabati dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung koroner, hingga kolesterol tinggi.

Di sisi lain, produksi makanan berbasis tumbuhan juga cenderung membutuhkan sumber daya yang lebih sedikit serta menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibandingkan produksi daging merah.

Karena itulah, semakin banyak ahli gizi dan pemerhati lingkungan mendorong masyarakat untuk memperbanyak konsumsi pangan nabati sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

Konsumsi Daging Merah Berlebihan Berisiko bagi Kesehatan dan Lingkungan

Sebaliknya, penelitian tersebut menemukan bahwa pola makan yang didominasi daging merah dan daging olahan memiliki dampak yang lebih besar terhadap kesehatan maupun lingkungan.

BACA:  Misteri Tubuh Manusia: Saat Nyeri Bukan Sekadar Nyeri, Tapi Ada Makna Lain di Baliknya

Selain meningkatkan risiko penyakit tidak menular, produksi daging merah juga menghasilkan emisi karbon yang lebih tinggi dan membutuhkan penggunaan air dalam jumlah besar.

Kondisi ini menjadikan konsumsi daging merah berlebihan sebagai salah satu faktor yang turut memberi tekanan terhadap perubahan iklim dan keberlanjutan sumber daya alam.

Meski demikian, para peneliti juga menegaskan bahwa tidak semua makanan mengikuti pola yang sama.

Ada Pengecualian pada Beberapa Jenis Makanan

Ikan, misalnya, tetap dikenal sebagai sumber protein hewani yang kaya vitamin dan nutrisi penting bagi tubuh.

Namun, dari sisi lingkungan, jejak karbon yang dihasilkan dalam proses produksinya masih lebih tinggi dibandingkan makanan berbasis tumbuhan.

Sementara itu, makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi, seperti biskuit maupun minuman bersoda, memiliki dampak lingkungan yang relatif lebih kecil dibandingkan produksi daging.

Akan tetapi, konsumsi berlebihan tetap tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa memilih makanan tidak cukup hanya mempertimbangkan satu aspek saja.

Melainkan perlu melihat keseimbangan antara manfaat kesehatan dan dampaknya terhadap lingkungan.

Penelitian Libatkan Analisis Berbagai Jenis Makanan

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) oleh Michael Clark bersama timnya menganalisis dampak kesehatan dan lingkungan dari 15 jenis makanan yang umum dikonsumsi masyarakat Barat.

Para peneliti menggabungkan data dari sejumlah studi sebelumnya yang mengkaji hubungan konsumsi makanan dengan risiko penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hingga kanker usus.

Selain itu, mereka juga menghitung dampak lingkungan dari setiap jenis makanan, termasuk emisi gas rumah kaca, penggunaan air, serta pemanfaatan sumber daya alam.

BACA:  Cara Membuat Jus yang Benar, Tak Punya Juicer? Cara Manual Tetap Bisa Menghasilkan Minuman Bernutrisi

Seluruh hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan dampak yang ditimbulkan oleh satu porsi sayuran sebagai acuan.

Clark menyebut pola makan masyarakat saat ini tidak hanya menjadi ancaman bagi kesehatan, tetapi juga terhadap lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air.

Menurutnya, memilih makanan yang lebih sehat sekaligus berkelanjutan merupakan langkah terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus menjaga bumi.

Menuju Pilihan Makanan yang Lebih Bijak

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, para peneliti kini tengah mengembangkan sistem pelabelan makanan yang tidak hanya menampilkan informasi kandungan gizi.

Tetapi juga memperlihatkan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.

Harapannya, informasi tersebut dapat membantu konsumen menentukan pilihan makanan yang lebih bijak.

Di sisi lain, pembuat kebijakan maupun industri pangan juga diharapkan dapat mendorong hadirnya produk yang lebih sehat sekaligus ramah lingkungan.

Dengan demikian, setiap pilihan makanan yang dikonsumsi setiap hari bukan hanya berpengaruh terhadap kondisi tubuh.

Tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga bumi agar tetap layak dihuni oleh generasi mendatang. (kangtop)