Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami, Aktivitas Gempa Mindanao Ikut Picu Kewaspadaan Regional

Kabar10 Dilihat

KONCOdewe.com – Pemerintah Jepang melalui otoritas terkait mengeluarkan peringatan potensi tsunami untuk wilayah pesisir di kawasan Samudra Pasifik, baik di bagian barat maupun timur negara tersebut.

Informasi ini disampaikan Kantor Berita Kyodo seiring meningkatnya aktivitas seismik di kawasan Pasifik.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga merilis peringatan resmi pada Senin, dengan menyatakan bahwa status siaga tsunami diberlakukan untuk sejumlah wilayah pesisir di Jepang.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,1 terjadi di wilayah lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina.

Kantor Berita Sputnik melaporkan gempa terjadi pada pukul 23:37 GMT, dengan pusat gempa berada sekitar 58 kilometer dari Kota General Santos yang memiliki sekitar 679.000 penduduk.

Gempa tersebut berasal dari kedalaman 57 kilometer di bawah permukaan laut.

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan.

BMKG Catat Gelombang Tsunami Kecil di Beberapa Titik

Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gelombang tsunami dengan ketinggian rendah, berkisar antara 9 hingga 18 sentimeter, yang terdeteksi di beberapa lokasi pemantauan.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin menyebutkan bahwa tiga titik yang merekam anomali gelombang tersebut adalah Ulu Siau dan Melonguane di Sulawesi Utara, serta satu lokasi pengamatan di Maluku Utara.

Meski ketinggiannya relatif kecil, BMKG menegaskan bahwa masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat.

Potensi Gelombang Masih dalam Kategori Siaga

Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, BMKG sebelumnya memperkirakan bahwa sebagian wilayah pesisir dapat mengalami dampak dengan status Siaga hingga Awas.

BACA:  Gempa M 8,1 Guncang Mindanao, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Indonesia

Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti pembaruan informasi resmi.

“Wilayah yang terdampak diperkirakan berada pada level Siaga hingga Awas, sehingga penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru dari BMKG,” ujar Nelly, dikutip dari Antara.

BMKG juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengandalkan kanal resmi guna menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat.

Pemantauan Real-Time Masih Berlangsung

Hingga saat ini, BMKG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan secara langsung terhadap data pasang surut serta sensor tsunami di berbagai wilayah pesisir Indonesia bagian utara dan timur.

Peringatan dini tsunami sendiri telah dikeluarkan kurang dari 10 menit setelah gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang Laut Sulawesi pada Senin pagi pukul 06.37 WIB.

Pusat gempa tercatat berada di kedalaman 47 kilometer di barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, yang masih berada dalam satu kawasan seismik dengan Mindanao, Filipina. (kangtop)