Banyak yang Terburu-buru Saat Bangun dari Sujud, Padahal Ini Dampaknya untuk Tubuh

Religi13 Dilihat

KONCOdewe.com – Dalam setiap rangkaian shalat, terdapat gerakan-gerakan yang tampak sederhana namun sebenarnya menyimpan makna mendalam.

Salah satunya adalah momen ketika seseorang bangkit dari sujud menuju posisi duduk di antara dua sujud.

Gerakan ini sering dilakukan begitu cepat tanpa disadari, padahal di dalamnya terdapat unsur ketenangan, keseimbangan tubuh, serta penghayatan spiritual yang sangat penting.

Islam mengajarkan bahwa setiap perpindahan gerakan dalam shalat tidak boleh dilakukan tergesa-gesa, melainkan penuh tuma’ninah dan kesadaran.

Saat bangun dari sujud, kepala perlahan diangkat dari lantai, lalu tubuh ditegakkan sedikit demi sedikit hingga mencapai posisi duduk yang stabil.

Gerakan tersebut mengalir dengan ritme yang tenang, seolah memberi kesempatan bagi tubuh dan jiwa untuk kembali menemukan keseimbangannya.

Dalam posisi duduk itu, kaki kiri dilipat dan diduduki, sementara kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari menghadap kiblat.

Kedua tangan diletakkan di atas paha secara wajar sehingga postur tubuh tampak tegak dan seimbang.

Dalam ilmu fikih, posisi duduk seperti ini dikenal dengan istilah duduk iftirasy, yaitu salah satu bentuk duduk dalam shalat yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Duduk di Antara Dua Sujud, Momen Menenangkan Diri

Lebih dari sekadar perpindahan posisi, duduk setelah sujud sebenarnya menjadi jeda penting dalam rangkaian shalat.

Pada fase inilah seorang muslim berhenti sejenak setelah merendahkan diri sepenuhnya dalam sujud.

Posisi duduk yang tegak mencerminkan kesiapan jasmani sekaligus ketundukan hati kepada Allah SWT.

Tubuh yang sebelumnya berada sangat rendah perlahan kembali tegak, sementara hati tetap berada dalam suasana khusyuk dan penuh kepasrahan.

Banyak orang tidak menyadari bahwa jeda singkat ini membantu tubuh mengatur ulang ritme pernapasan dan detak jantung sebelum melanjutkan gerakan berikutnya.

Karena itulah Rasulullah SAW menekankan pentingnya tuma’ninah dalam duduk di antara dua sujud.

BACA:  Banyak yang Mengira Kedermawanan Hanya Soal Uang, Padahal Maknanya Jauh Lebih Dalam

Gerakan ini bukan sekadar selingan, melainkan bagian dari kesempurnaan shalat itu sendiri.

Peran Napas dan Kerja Jantung Saat Bangun dari Sujud

Ketika bangun dari sujud dilakukan dengan perlahan, tubuh secara alami akan menarik napas lebih dalam.

Pola pernapasan seperti ini membantu paru-paru kembali mengembang secara maksimal setelah tubuh berada pada posisi rendah.

Tarikan napas yang tenang membuat rongga dada bekerja lebih optimal dan membantu jantung memompa darah dengan lebih lancar ke seluruh tubuh.

Pada saat yang sama, posisi duduk iftirasy membuat otot-otot kaki berada dalam keadaan rileks.

Otot yang rileks membantu darah yang sebelumnya tertahan di bagian bawah tubuh kembali masuk ke pembuluh darah utama menuju jantung.

Tekanan lembut pada paha dan betis juga bekerja seperti pompa alami yang membantu melancarkan aliran darah balik.

Proses ini penting untuk menjaga sirkulasi tetap stabil setelah tubuh berada cukup lama dalam posisi sujud.

Karena itu, gerakan duduk di antara dua sujud sebenarnya memiliki hubungan erat dengan keseimbangan sistem peredaran darah manusia.

Sirkulasi Darah yang Bekerja Secara Harmonis

Dalam posisi duduk iftirasy, kedua telapak kaki dan lipatan paha memberikan tekanan ringan pada area tertentu di kaki.

Tekanan ini membantu darah mengalir kembali menuju pusat peredaran dengan lebih baik.

Ketika tubuh kemudian kembali turun menuju sujud kedua, proses tersebut terulang kembali secara alami.

Darah dipompa ke jantung, lalu mengalir menuju otak dan seluruh tubuh dengan ritme yang teratur.

Siklus inilah yang membuat gerakan shalat tampak begitu harmonis. Tidak ada gerakan yang dilakukan secara acak atau tanpa tujuan.

Semua tersusun dalam pola yang membantu tubuh bergerak secara seimbang dan alami.

Karena dilakukan berulang setiap hari, gerakan ini juga membantu tubuh tetap aktif tanpa memberikan tekanan berlebihan pada sendi dan otot.

BACA:  Kenapa Islam Memerintahkan Sujud? Ternyata Ada Fakta Ilmiah yang Mengejutkan

Tuma’ninah, Kunci Kesempurnaan Gerakan Shalat

Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap gerakan shalat dilakukan dengan tenang dan tidak terburu-buru.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda agar seseorang bangkit hingga duduk dengan tenang sebelum melanjutkan gerakan berikutnya.

Hadis tersebut menjadi penegasan bahwa duduk di antara dua sujud harus dilakukan dengan tuma’ninah.

Tubuh perlu benar-benar berada dalam posisi stabil sebelum berpindah ke gerakan selanjutnya.

Tanpa ketenangan itu, shalat menjadi kehilangan kesempurnaannya.

Gerakan yang terlalu cepat membuat tubuh tidak sempat merasakan keseimbangan, sementara hati sulit mencapai kekhusyukan.

Allah SWT juga menegaskan dalam Surah Al-Mu’minun ayat 1 hingga 2 bahwa orang-orang beriman yang beruntung adalah mereka yang khusyuk dalam shalatnya.

Kekhusyukan tersebut tidak hanya tercermin dari bacaan, tetapi juga dari sikap tenang dalam setiap gerakan.

Shalat, Harmoni antara Jiwa dan Tubuh

Jika direnungkan lebih dalam, bangun dari sujud menuju duduk bukan hanya perpindahan posisi biasa.

Gerakan ini mengajarkan manusia untuk tidak tergesa-gesa dalam menjalani kehidupan.

Tubuh diajak bergerak perlahan dan teratur, sementara hati dilatih untuk tetap sadar dan tenang di hadapan Allah SWT.

Di sisi lain, gerakan ini juga membantu menjaga keseimbangan tubuh melalui pengaturan napas, kelancaran aliran darah, serta relaksasi otot dan persendian.

Karena itulah shalat menjadi ibadah yang begitu sempurna.

Ia bukan hanya mendekatkan manusia kepada Sang Pencipta, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh dengan cara yang lembut dan alami.

Dalam satu gerakan sederhana ketika bangun dari sujud, tersimpan pelajaran tentang ketenangan, keseimbangan, dan kepatuhan yang menyentuh ruh serta raga manusia secara bersamaan. (kangtop)