Turun Rp200 per Kg, Simak Pergerakan Harga Telur Ayam dan Bahan Pokok Lainnya

Kombis67 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga telur ayam ras segar di tingkat pedagang eceran secara nasional tercatat mengalami penurunan pada Minggu (1/11/2026).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga telur ayam ras berada di angka Rp29.350 per kilogram (kg), turun Rp200 atau sekitar 0,68 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan harga telur tersebut terjadi di tengah pergerakan harga sejumlah komoditas pangan yang bervariasi pada awal November 2026.

Beberapa bahan pokok mengalami penurunan, sementara komoditas lainnya justru mengalami kenaikan maupun bertahan pada harga sebelumnya.

Penurunan cukup besar tercatat pada kelompok cabai. Harga cabai rawit merah berada di angka Rp96.200 per kg setelah berkurang Rp6.750 atau 6,56 persen.

Cabai merah besar turun Rp4.000 atau 5,29 persen menjadi Rp71.600 per kg.

Selanjutnya, cabai merah keriting dijual Rp83.500 per kg, turun Rp2.600 atau 3,02 persen.

Sementara cabai rawit hijau tercatat Rp78.350 per kg setelah mengalami penurunan Rp1.050 atau 1,32 persen.

Untuk komoditas bawang, harga bawang merah ukuran sedang masih bertahan di Rp37.100 per kg.

Adapun bawang putih ukuran sedang turun Rp200 atau 0,52 persen menjadi Rp38.250 per kg.

Pada kelompok beras, harga kualitas bawah I tercatat Rp14.950 per kg, sedangkan kualitas bawah II sebesar Rp14.800 per kg. Kedua jenis beras tersebut naik Rp50 atau 0,34 persen.

Sementara itu, beras medium I masih dijual Rp16.650 per kg dan medium II Rp16.450 per kg.

Beras kualitas super I juga tidak mengalami perubahan, yakni Rp18.000 per kg. Adapun beras super II naik Rp50 atau 0,29 persen menjadi Rp17.450 per kg.

BACA:  Harga Cabai Hari Ini 2 Agustus 2026, Rawit Hijau Masih Rp51.950 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

Pergerakan harga juga terlihat pada kelompok daging. Harga daging ayam ras segar turun Rp950 atau 2,38 persen menjadi Rp39.000 per kg.

Sebaliknya, harga daging sapi mengalami kenaikan. Daging sapi kualitas I mencapai Rp152.700 per kg, bertambah Rp150 atau 0,1 persen.

Sementara kualitas II berada di angka Rp143.700 per kg setelah naik Rp200 atau 0,14 persen.

Harga gula pasir turut mengalami peningkatan. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.600 per kg, naik Rp50 atau 0,24 persen.

Adapun gula pasir lokal mencapai Rp19.500 per kg setelah bertambah Rp100 atau 0,52 persen.

Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah masih stabil di Rp20.350 per kg.

Minyak goreng kemasan bermerek 1 naik Rp50 atau 0,21 persen menjadi Rp24.400 per kg, sedangkan kemasan bermerek 2 tetap Rp23.600 per kg.

Secara umum, harga telur ayam ras segar mengalami penurunan tipis menjadi Rp29.350 per kg.

Kondisi ini berlangsung bersamaan dengan turunnya harga sejumlah komoditas lain, terutama cabai dan daging ayam.

Namun, beras kualitas bawah, daging sapi, serta gula pasir justru mencatat kenaikan.

Data PIHPS tersebut merupakan gambaran rata-rata harga pangan secara nasional di tingkat pedagang eceran.

Harga yang berlaku di masing-masing daerah maupun pasar dapat berbeda, bergantung pada ketersediaan pasokan, tingkat permintaan, dan kelancaran distribusi. (kangtop)