Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Sejumlah Bandara Mulai Beroperasi Normal

Kabar49 Dilihat

KONCOdewe.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. Gunung yang berada di Selat Sunda tersebut dilaporkan mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026) pagi.

Berdasarkan catatan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), letusan terjadi pada pukul 05.34 WIB.

Saat erupsi berlangsung, tinggi kolom abu atau material letusan tidak dapat diamati.

Meski demikian, aktivitas tersebut terekam jelas melalui peralatan seismograf. Erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 44 milimeter dengan durasi sekitar 10 detik.

Masyarakat Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer

Badan Geologi kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.

Zona yang harus dihindari berada dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Imbauan tersebut berlaku bagi masyarakat sekitar maupun pengunjung, wisatawan dan pendaki yang hendak melakukan aktivitas di kawasan gunung api tersebut.

Mereka diminta tidak memasuki radius bahaya tersebut demi menghindari risiko yang dapat muncul akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah Bandara Kembali Beroperasi Normal

Di sisi lain, aktivitas penerbangan di sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai kembali normal pada Selasa (8/9/2026).

Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya telah dinyatakan aktif kembali setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian operasional akibat kondisi abu vulkanik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, mulai pukul 00.01 WIB, beberapa bandara kembali beroperasi.

Bandara tersebut meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Banten, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Selanjutnya, Bandara Budiarto Curug di Banten dan Bandara Pondok Cabe di Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB.

BACA:  BMKG Catat Tsunami Mikro Usai Gempa M 7,7 di Laut Sulawesi, BNPB Imbau Warga Jauhi Pesisir

Namun, tidak semua bandara yang terdampak langsung kembali membuka jadwal penerbangannya.

Untuk Bandara Radin Inten II di Lampung dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, keputusan pembukaan penerbangan masih menunggu hasil evaluasi serta perkembangan kondisi di lapangan.

Dengan kembali normalnya operasional sejumlah bandara, aktivitas transportasi udara di beberapa wilayah terdampak mulai berangsur pulih.

Meski begitu, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap menjadi perhatian dan masyarakat diminta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan Badan Geologi. (kangtop)