KONCOdewe.com – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Rabu (4/11/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,21 persen atau 39 poin ke posisi Rp18.121 per dolar AS.
Penguatan tersebut terjadi setelah pada perdagangan Selasa sebelumnya rupiah ditutup melemah tipis 0,02 persen ke level Rp18.160 per dolar AS.
Pergerakan positif mata uang domestik ini sejalan dengan perkiraan Analis Pasar Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong.
Lukman memperkirakan rupiah berpeluang menguat karena harga minyak mentah dunia mengalami penurunan.
Selain itu, harapan pasar terhadap tercapainya perdamaian di kawasan Timur Tengah serta melemahnya indeks dolar AS turut memberikan sentimen positif.
“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak mentah dunia. Pasar juga berharap perdamaian di Timur Tengah dan penurunan pada indeks dolar AS,” ujar Lukman dalam analisisnya, Rabu (4/11/2026).
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor yang berpotensi membatasi penguatan rupiah.
Salah satunya adalah hasil pemilihan umum paruh waktu atau midterm election di Amerika Serikat yang tengah dinantikan pasar.
Lukman menilai ruang penguatan rupiah kemungkinan tidak terlalu besar karena sentimen di pasar saham domestik masih belum menunjukkan perbaikan.
Kondisi tersebut terlihat dari masih berlangsungnya arus modal asing keluar dari pasar saham Indonesia.
Pada perdagangan Selasa (3/11/2026), investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell saham senilai Rp760 miliar.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia juga bergerak menurun.
Pergerakan tersebut dipengaruhi perkembangan pemilu sela di AS serta munculnya harapan tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak Brent diperkirakan bergerak pada rentang USD103,34 hingga USD103,47 per barel.
Angka tersebut mencerminkan penurunan sekitar 0,25 persen hingga 1 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diproyeksikan berada di kisaran USD95,56 hingga USD95,95 per barel, atau melemah sekitar 0,38 persen sampai 0,55 persen.
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah sepanjang perdagangan hari ini akan bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS.
Adapun indeks dolar AS diprediksi berada pada kisaran 101,42–101,46, dengan potensi pelemahan sekitar 0,40 persen hingga 0,51 persen. (kangtop)











