KONCOdewe.com – Harga cabai merah keriting di pasar eceran nasional mengalami penurunan pada Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga komoditas tersebut tercatat Rp83.500 per kilogram (kg).
Dibandingkan pencatatan sebelumnya, harga cabai merah keriting turun Rp2.600 atau sekitar 3,02 persen.
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan melemahnya harga sejumlah jenis cabai lainnya di pasar nasional.
Data PIHPS yang diperbarui pada Jumat pukul 14.15 WIB menunjukkan cabai rawit merah mengalami penurunan paling besar. Harganya berkurang Rp6.750 atau 6,56 persen menjadi Rp96.200 per kg.
Sementara itu, cabai merah besar turun Rp4.000 atau 5,29 persen menjadi Rp71.600 per kg.
Adapun cabai rawit hijau melemah Rp1.050 atau 1,32 persen sehingga berada di level Rp78.350 per kg.
Dari empat jenis cabai yang tercatat, harga cabai merah keriting berada di bawah cabai rawit merah, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan cabai merah besar dan cabai rawit hijau.
Harga Daging Ayam Turun, Daging Sapi Menguat
Pergerakan harga juga terlihat pada komoditas daging. Daging ayam ras segar turun Rp950 atau 2,38 persen menjadi Rp39.000 per kg.
Sebaliknya, harga daging sapi mengalami kenaikan. Daging sapi kualitas 1 bertambah Rp150 menjadi Rp152.700 per kg, sedangkan kualitas 2 naik Rp200 menjadi Rp143.700 per kg.
Harga Beras Relatif Stabil
Pada kelompok beras, sebagian besar jenis masih bertahan pada harga sebelumnya. Beras medium I tercatat Rp16.650 per kg dan medium II Rp16.450 per kg.
Beras super I juga tidak mengalami perubahan, yakni Rp18.000 per kg. Sementara itu, beras kualitas bawah I naik Rp50 menjadi Rp14.950 per kg dan kualitas bawah II menjadi Rp14.800 per kg.
Beras super II turut naik Rp50 sehingga harganya mencapai Rp17.450 per kg.
Bawang Putih dan Telur Ikut Turun
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah ukuran sedang masih stabil Rp37.100 per kg. Sementara bawang putih ukuran sedang turun Rp200 menjadi Rp38.250 per kg.
Harga gula pasir justru mengalami kenaikan. Gula pasir premium naik Rp50 menjadi Rp20.600 per kg, sedangkan gula pasir lokal bertambah Rp100 menjadi Rp19.500 per kg.
Pada kelompok minyak goreng, harga curah tetap Rp20.350 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek 1 naik Rp50 menjadi Rp24.400 per kg, sedangkan kemasan bermerek 2 bertahan Rp23.600 per kg.
Adapun telur ayam ras segar turun Rp200 atau 0,68 persen menjadi Rp29.350 per kg.
Daftar Harga Pangan Nasional Jumat, 30 Oktober 2026
Berikut rincian harga rata-rata bahan pangan di tingkat pedagang eceran nasional berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia pada Jumat (30/10/2026) pukul 14.15 WIB.
Bawang
- Bawang merah ukuran sedang: Rp37.100 per kg (tetap).
- Bawang putih ukuran sedang: Rp38.250 per kg (turun Rp200).
Beras
- Beras kualitas bawah I: Rp14.950 per kg (naik Rp50).
- Beras kualitas bawah II: Rp14.800 per kg (naik Rp50).
- Beras medium I: Rp16.650 per kg (tetap).
- Beras medium II: Rp16.450 per kg (tetap).
- Beras super I: Rp18.000 per kg (tetap).
- Beras super II: Rp17.450 per kg (naik Rp50).
Cabai
- Cabai merah besar: Rp71.600 per kg (turun Rp4.000).
- Cabai merah keriting: Rp83.500 per kg (turun Rp2.600).
- Cabai rawit hijau: Rp78.350 per kg (turun Rp1.050).
- Cabai rawit merah: Rp96.200 per kg (turun Rp6.750).
Daging
- Daging ayam ras segar: Rp39.000 per kg (turun Rp950).
- Daging sapi kualitas 1: Rp152.700 per kg (naik Rp150).
- Daging sapi kualitas 2: Rp143.700 per kg (naik Rp200).
Gula
- Gula pasir kualitas premium: Rp20.600 per kg (naik Rp50).
- Gula pasir lokal: Rp19.500 per kg (naik Rp100).
Minyak goreng
- Minyak goreng curah: Rp20.350 per kg (tetap).
- Minyak goreng kemasan bermerek 1: Rp24.400 per kg (naik Rp50).
- Minyak goreng kemasan bermerek 2: Rp23.600 per kg (tetap).
Telur
- Telur ayam ras segar: Rp29.350 per kg (turun Rp200).
Penurunan harga cabai merah keriting menjadi Rp83.500 per kg menjadi salah satu perkembangan yang perlu diperhatikan masyarakat.
Meski sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan, beberapa bahan pokok lainnya masih mencatat kenaikan tipis berdasarkan pemantauan PIHPS Bank Indonesia. (kangtop)








