KONCOdewe.com – Harga daging ayam ras segar menjadi salah satu komoditas pangan yang mengalami perubahan pada Minggu, 20 September 2026.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hingga Jumat, 18 September 2026, harga daging ayam ras segar justru bergerak turun di tengah kenaikan sejumlah bahan pangan lainnya.
Harga daging ayam ras segar turun Rp100 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp42.350 per kilogram.
Penurunan tersebut membuat daging ayam menjadi salah satu komoditas protein hewani yang mengalami pelemahan harga pada periode tersebut.
Pergerakan harga daging ayam ini berbeda dengan daging sapi dan telur ayam ras yang justru mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga setiap komoditas pangan dapat bergerak berbeda sesuai dengan perkembangan pasar.
Harga Daging Ayam Turun Jadi Rp42.350
Berdasarkan data PIHPS, daging ayam ras segar kini berada di harga Rp42.350 per kilogram. Angka tersebut turun Rp100 dibandingkan harga sebelumnya atau sekitar 0,24 persen.
Bagi masyarakat, perubahan harga daging ayam menjadi salah satu informasi yang cukup penting karena komoditas ini banyak digunakan sebagai bahan makanan sehari-hari.
Di tengah penurunan tersebut, harga daging sapi justru bergerak naik. Daging sapi kualitas I meningkat Rp950 atau sekitar 0,62 persen menjadi Rp153.050 per kilogram.
Daging sapi kualitas II juga naik Rp950 atau sekitar 0,67 persen hingga mencapai Rp143.750 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras segar meningkat Rp200 atau sekitar 0,67 persen menjadi Rp30.050 per kilogram.
Harga Beras Masih Mengalami Kenaikan
Pergerakan harga juga terlihat pada kelompok beras. Beras kualitas bawah I naik Rp100 atau sekitar 0,68 persen menjadi Rp14.900 per kilogram.
Beras medium I meningkat Rp50 atau sekitar 0,3 persen menjadi Rp16.650 per kilogram, sedangkan beras medium II naik sekitar 0,31 persen menjadi Rp16.400 per kilogram.
Beras super I mengalami kenaikan sekitar 0,56 persen menjadi Rp17.950 per kilogram. Beras super II juga naik 0,29 persen dan berada di harga Rp17.350 per kilogram.
Harga Gula dan Minyak Goreng Bergerak Beragam
Harga gula pasir turut mengalami kenaikan. Gula pasir kualitas premium meningkat sekitar 0,25 persen menjadi Rp20.400 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal naik 0,52 persen menjadi Rp19.200 per kilogram.
Untuk minyak goreng, pergerakan harga berbeda antara produk curah dan kemasan. Minyak goreng curah turun Rp50 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp20.400 per kilogram.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 0,41 persen menjadi Rp24.450 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek 2 juga naik 0,43 persen hingga mencapai Rp23.600 per kilogram.
Bawang Merah Turun, Bawang Putih Naik
Komoditas bawang juga mencatat pergerakan berbeda. Harga bawang merah ukuran sedang turun Rp450 atau sekitar 1,19 persen menjadi Rp37.250 per kilogram.
Sementara itu, bawang putih ukuran sedang justru mengalami kenaikan Rp100 atau sekitar 0,25 persen. Harganya mencapai Rp39.400 per kilogram.
Harga Cabai Kembali Menguat
Berbeda dari daging ayam dan bawang merah, seluruh jenis cabai yang tercatat dalam data mengalami kenaikan.
Cabai merah besar naik 6,23 persen menjadi Rp58.000 per kilogram. Cabai merah keriting meningkat 9,42 persen menjadi Rp69.100 per kilogram.
Harga cabai rawit hijau juga naik 4,81 persen menjadi Rp67.600 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah meningkat 6,78 persen hingga mencapai Rp96.100 per kilogram.
Harga Pangan Tidak Bergerak Seragam
Perkembangan harga pangan pada 20 September 2026 memperlihatkan adanya perbedaan arah pergerakan antar-komoditas.
Harga daging ayam ras segar justru turun Rp100 menjadi Rp42.350 per kilogram, sementara daging sapi dan telur ayam mengalami kenaikan.
Di sisi lain, harga beras, gula, bawang putih, dan berbagai jenis cabai turut meningkat, sedangkan bawang merah serta minyak goreng curah mengalami penurunan.
Perubahan harga tersebut penting diperhatikan masyarakat, terutama ketika menyusun anggaran belanja rumah tangga.
Dengan mengetahui perkembangan harga masing-masing komoditas, kebutuhan belanja dapat disesuaikan dengan kondisi pasar. (kangtop)












