KONCOdewe.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar eceran nasional kembali mengalami perubahan pada Rabu (12/8/2026).
Salah satu komoditas yang turut menjadi perhatian adalah bawang merah, yang harganya tercatat cukup tinggi di tengah pergerakan harga pangan lainnya.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga bawang merah berada di level Rp39.400 per kg.
Sementara itu, harga bawang putih tercatat sedikit lebih tinggi, yakni Rp40.650 per kg.
Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur yang banyak digunakan masyarakat dalam memasak sehari-hari.
Karena itu, perubahan harganya dapat turut memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama ketika terjadi perubahan pasokan maupun permintaan di pasar.
Harga Cabai dan Bahan Pangan Lain
Selain bawang merah, komoditas cabai juga masih menunjukkan harga yang cukup beragam.
Cabai rawit hijau tercatat Rp54.050 per kg, sedangkan cabai rawit merah mencapai Rp61.350 per kg.
Cabai merah besar berada di angka Rp49.200 per kg, sementara cabai merah keriting sekitar Rp51.200 per kg. Untuk telur ayam ras, harganya tercatat Rp29.450 per kg.
Pada kelompok beras, harga bawah I berada di level Rp14.850 per kg dan bawah II Rp14.650 per kg.
Beras medium I tercatat Rp16.450 per kg, sedangkan medium II Rp16.250 per kg.
Adapun beras super I mencapai Rp17.750 per kg, sementara super II berada di kisaran Rp17.200 per kg.
Harga Daging, Gula, dan Minyak Goreng
Harga daging ayam ras segar tercatat Rp40.600 per kg. Sementara daging sapi kualitas I mencapai Rp151.000 per kg dan kualitas II sekitar Rp142.050 per kg.
Untuk gula pasir, harga premium masih berada di atas Rp20 ribu, yakni Rp20.300 per kg, sedangkan gula pasir lokal tercatat Rp19.100 per kg.
Sementara itu, minyak goreng curah berada di level Rp20.500 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.250 per liter dan kemasan bermerek II Rp23.500 per liter.
Pergerakan harga berbagai komoditas tersebut menunjukkan kondisi terkini kebutuhan pokok di tingkat pedagang eceran nasional.
Harga pangan dapat berubah mengikuti sejumlah faktor, termasuk ketersediaan pasokan, permintaan masyarakat, biaya produksi, serta kelancaran distribusi dari produsen hingga pasar. (kangtop)











