KONCOdewe.com – Harga gula pasir lokal tercatat masih berada di level Rp19.150 per kilogram pada perdagangan Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia hingga pukul 09.30 WIB.
Komoditas gula lokal menjadi salah satu kebutuhan pokok dengan harga yang relatif stabil di pasar tradisional.
Sementara itu, gula pasir premium memiliki harga lebih tinggi, yakni Rp22.300 per kilogram.
Perbedaan harga antara gula premium dan gula lokal dipengaruhi oleh kualitas produk, proses pengolahan, serta distribusi hingga ke tingkat konsumen.
Selain komoditas gula, sejumlah bahan pangan lainnya juga mengalami perubahan harga.
Pada kelompok cabai, cabai rawit merah masih menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi, yaitu Rp63.900 per kilogram.
Kemudian, cabai merah keriting dipasarkan Rp51.800 per kilogram, cabai merah besar Rp46.200 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp36.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan bumbu dapur, harga bawang merah tercatat mencapai Rp50.700 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp46.200 per kilogram.
Sementara itu, telur ayam ras diperdagangkan dengan harga rata-rata Rp29.250 per kilogram.
Pada komoditas beras, harga berdasarkan kualitas masih berada pada rentang berbeda.
Beras kualitas bawah I dijual Rp16.250 per kilogram, bawah II Rp15.600 per kilogram, medium I Rp17.350 per kilogram, medium II Rp16.450 per kilogram.
Sedangkan beras super I dan super II masing-masing berada di harga Rp18.800 per kilogram dan Rp17.700 per kilogram.
Di sektor protein hewani, daging ayam ras segar tercatat seharga Rp41.900 per kilogram.
Sementara itu, daging sapi kualitas I masih menjadi komoditas dengan harga tinggi, yakni Rp151.650 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di level Rp145.650 per kilogram.
Untuk kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp21.350 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp25.000 per liter, dan kemasan bermerek II Rp23.350 per liter.
Data tersebut merupakan rata-rata harga eceran nasional yang dihimpun PIHPS Bank Indonesia.
Harga di setiap daerah dapat berbeda karena dipengaruhi oleh faktor pasokan, distribusi, serta tingkat permintaan pasar. (kangtop)










