Harga Daging Sapi Masih Tembus Rp151.650 per Kg, Simak Daftar Harga Pangan Terbaru Hari Ini

Kombis38 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga daging sapi masih menjadi salah satu komoditas pangan dengan nilai jual tertinggi pada perdagangan Selasa (14/7/2026).

Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia hingga pukul 09.30 WIB.

Daging sapi kualitas I tercatat dipasarkan dengan harga rata-rata Rp151.650 per kilogram.

Sementara itu, daging sapi kualitas II berada di level Rp145.650 per kilogram.

Selain daging sapi, komoditas pangan lainnya juga mengalami pergerakan harga.

Pada kelompok protein hewani, daging ayam ras segar dijual rata-rata Rp41.900 per kilogram, sedangkan telur ayam ras berada di angka Rp29.250 per kilogram.

Di sektor hortikultura, cabai rawit merah masih menjadi salah satu komoditas dengan harga tinggi, yakni Rp63.900 per kilogram.

Kemudian, cabai merah keriting tercatat Rp51.800 per kilogram, bawang merah Rp50.700 per kilogram, cabai merah besar Rp46.200 per kilogram.

Bawang putih Rp46.200 per kilogram, serta cabai rawit hijau Rp36.000 per kilogram.

Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp16.250 per kilogram, sementara kualitas bawah II dijual Rp15.600 per kilogram.

Beras medium I berada di level Rp17.350 per kilogram, medium II Rp16.450 per kilogram, sedangkan beras kualitas super I mencapai Rp18.800 per kilogram dan super II Rp17.700 per kilogram.

Sementara itu, harga gula pasir premium tercatat Rp22.300 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal dipasarkan Rp19.150 per kilogram.

Pada kelompok minyak goreng, minyak goreng curah berada di harga Rp21.350 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp25.000 per liter, dan kemasan bermerek II Rp23.350 per liter.

Data tersebut merupakan rata-rata harga eceran nasional yang dihimpun PIHPS Bank Indonesia.

BACA:  Cabai Rawit Merah Masih Bertahan Mahal, Tembus Rp63.900 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Terbaru

Perbedaan harga di setiap daerah tetap dapat terjadi karena dipengaruhi oleh faktor pasokan, distribusi, serta tingkat permintaan masyarakat. (kangtop)