Harga Bawang Merah Masih Rp50.700 per Kg, Cek Pergerakan Harga Pangan Terbaru Hari Ini

Kombis42 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga bawang merah masih menjadi salah satu komoditas bumbu dapur dengan nilai jual tinggi pada perdagangan Selasa (14/7/2026).

Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia hingga pukul 09.30 WIB.

Bawang merah tercatat dipasarkan dengan harga rata-rata Rp50.700 per kilogram.

Selain bawang merah, harga komoditas bumbu lainnya juga masih berada di level cukup tinggi.

Bawang putih dijual dengan harga Rp46.200 per kilogram.

Sementara itu, kelompok cabai masih didominasi oleh cabai rawit merah yang menjadi komoditas dengan harga tertinggi, yakni Rp63.900 per kilogram.

Adapun cabai merah keriting berada di angka Rp51.800 per kilogram, cabai merah besar Rp46.200 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp36.000 per kilogram.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, telur ayam ras tercatat diperdagangkan Rp29.250 per kilogram.

Sementara harga beras kualitas bawah I berada di level Rp16.250 per kilogram, beras bawah II Rp15.600 per kilogram, medium I Rp17.350 per kilogram, dan medium II Rp16.450 per kilogram.

Sedangkan beras kualitas super I dijual Rp18.800 per kilogram dan super II Rp17.700 per kilogram.

Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat Rp41.900 per kilogram.

Sementara itu, daging sapi kualitas I masih menjadi komoditas dengan harga tinggi, yakni Rp151.650 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di level Rp145.650 per kilogram.

Komoditas kebutuhan rumah tangga lainnya juga mengalami pergerakan harga.

Gula pasir premium dipasarkan Rp22.300 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal Rp19.150 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di angka Rp21.350 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp25.000 per liter, dan kemasan bermerek II Rp23.350 per liter.

BACA:  Bawang Putih Masih di Rp38 Ribu per Kg, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan PIHPS Terbaru

Data tersebut merupakan rata-rata harga eceran nasional yang dihimpun PIHPS Bank Indonesia.

Harga di tingkat daerah dapat mengalami perbedaan karena dipengaruhi oleh kondisi pasokan, jalur distribusi, serta tingkat permintaan masyarakat. (kangtop)