KONCOdewe.com – Buah bit bukan lagi sekadar tanaman yang digunakan sebagai bahan tambahan makanan atau minuman.
Dalam beberapa waktu terakhir, buah berwarna merah keunguan ini semakin banyak diperbincangkan karena kandungan nutrisinya yang cukup beragam dan potensi manfaatnya bagi kesehatan.
Popularitas bit juga tidak terlepas dari semakin banyaknya penelitian yang mengamati kaitan antara konsumsi bit, termasuk dalam bentuk jus, dengan sejumlah aspek kesehatan tubuh.
Melansir Medical News Today, bit memiliki kandungan nutrisi yang terdiri dari berbagai vitamin, mineral, antioksidan, serta senyawa bioaktif yang khas.
Salah satu senyawa yang menjadi perhatian adalah betalain, pigmen alami yang tidak hanya memberikan warna merah keunguan pada bit, tetapi juga memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi.
Dengan kandungan tersebut, mengonsumsi bit sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat menjadi salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Lantas, apa saja potensi manfaat yang bisa diperoleh dari konsumsi buah bit?
- Membantu Menjaga Tekanan Darah
Salah satu manfaat bit yang cukup banyak diteliti berkaitan dengan tekanan darah. S
ejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bit, terutama dalam bentuk jus, berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada sebagian orang.
Hal tersebut diduga berkaitan dengan kandungan nitrat alami yang cukup tinggi di dalam bit. Setelah masuk ke tubuh, nitrat dapat diubah menjadi oksida nitrat.
Oksida nitrat berperan dalam membantu melebarkan pembuluh darah.
Kondisi tersebut dapat membuat aliran darah menjadi lebih lancar dan pada akhirnya berpotensi membantu menjaga tekanan darah tetap berada dalam kondisi yang lebih baik.
Meski demikian, konsumsi bit tidak seharusnya dianggap sebagai pengganti obat atau terapi medis bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi.
Pola makan sehat dan anjuran tenaga medis tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaannya.
- Berpotensi Membantu Mengurangi Peradangan
Manfaat lain yang membuat buah bit menarik untuk diteliti adalah kandungan senyawa betalain.
Senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan sekaligus anti-inflamasi.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa betalain dapat memengaruhi jalur sinyal tertentu di dalam tubuh yang berkaitan dengan proses peradangan.
Salah satu penelitian yang dipublikasikan pada 2015 menemukan bahwa kelompok senyawa betalain dapat menghambat jalur pensinyalan tertentu yang berperan dalam penyakit inflamasi.
Penelitian lain pada 2014 juga mengamati salah satu jenis betalain, yakni phenethylamine-betaxanthin, yang disebut mampu menurunkan aktivitas enzim yang berkaitan dengan proses peradangan.
Temuan tersebut membuat bit semakin menarik sebagai salah satu sumber pangan yang mengandung senyawa alami dengan potensi anti-inflamasi.
- Membantu Memenuhi Kebutuhan Zat Besi
Bit juga memiliki kandungan zat besi yang dibutuhkan tubuh. Mineral ini mempunyai peran penting dalam pembentukan dan fungsi sel darah merah.
Sel darah merah bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke berbagai jaringan tubuh.
Ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin dapat terganggu sehingga kemampuan darah dalam membawa oksigen juga ikut menurun.
Kondisi kekurangan zat besi yang cukup berat dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.
Karena itu, mencukupi kebutuhan zat besi melalui makanan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Anemia akibat kekurangan zat besi dapat ditandai dengan sejumlah keluhan, seperti mudah lelah, pusing, sakit kepala, sesak napas, hingga jantung berdebar lebih cepat.
Namun, bit bukan satu-satunya sumber zat besi. Untuk memenuhi kebutuhan mineral tersebut, pola makan sebaiknya tetap beragam dengan mengonsumsi berbagai makanan bergizi.
- Mendukung Perlindungan dan Fungsi Hati
Hati merupakan salah satu organ penting yang bekerja sepanjang waktu untuk membantu berbagai proses metabolisme sekaligus mengolah zat-zat yang masuk ke dalam tubuh.
Buah bit memiliki sejumlah komponen yang berpotensi mendukung kesehatan organ tersebut.
Di antaranya adalah antioksidan, vitamin A, vitamin B6, dan zat besi.
Antioksidan membantu tubuh menghadapi stres oksidatif, sementara berbagai vitamin dan mineral memiliki fungsi masing-masing dalam mendukung proses fisiologis tubuh.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya potensi bit dalam membantu melindungi hati dari peradangan dan stres oksidatif.
Kandungan tertentu di dalamnya bahkan dikaitkan dengan kemampuan tubuh dalam menjalankan proses detoksifikasi secara normal.
Meski demikian, istilah “detoks” perlu dipahami secara tepat.
Proses pembuangan zat sisa dari tubuh terutama dilakukan oleh organ seperti hati dan ginjal, bukan semata-mata karena mengonsumsi satu jenis makanan tertentu.
- Berpotensi Meningkatkan Performa Saat Berolahraga
Bagi orang yang aktif berolahraga, bit juga menjadi salah satu bahan pangan yang menarik perhatian.
Kandungan nitrat dan betalain di dalamnya diketahui berpotensi memberikan pengaruh terhadap aliran darah dan penggunaan oksigen oleh otot.
Kondisi tersebut dapat membantu tubuh bekerja lebih efisien ketika melakukan aktivitas fisik.
Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan pada 2017 menunjukkan bahwa nitrat dapat membantu meningkatkan efisiensi olahraga dengan mendukung aliran darah serta ketersediaan oksigen menuju otot.
Penelitian lain pada 2018 mengamati pengaruh konsentrat bit terhadap sejumlah pengendara sepeda pria yang telah terlatih.
Dalam penelitian tersebut, peserta mendapatkan konsentrat bit sebanyak 100 miligram atau plasebo setiap hari selama satu minggu.
Hasil pengamatan menunjukkan kelompok yang mengonsumsi konsentrat bit memiliki efisiensi latihan yang lebih baik sekaligus peningkatan aliran darah dibandingkan kelompok yang menerima plasebo.
Temuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa jus bit dan produk berbahan bit mulai dilirik oleh sebagian orang yang ingin mendukung aktivitas olahraga mereka.
Bit Bukan Sekadar Pewarna Alami
Dengan warna yang khas, buah bit memang mudah dikenali.
Namun, di balik tampilannya tersebut terdapat kombinasi nutrisi dan senyawa bioaktif yang membuatnya memiliki potensi manfaat cukup beragam.
Mulai dari kandungan nitrat yang dikaitkan dengan tekanan darah dan aliran darah, betalain yang memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi.
Hingga sejumlah vitamin serta mineral, bit dapat menjadi salah satu pilihan makanan yang menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari.
Meski begitu, manfaat tersebut sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan.
Mengonsumsi bit saja tidak cukup untuk menggantikan pola makan bergizi, olahraga teratur, istirahat yang cukup, maupun pengobatan yang telah direkomendasikan oleh tenaga kesehatan.
Karena itu, bit dapat dinikmati dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari menu yang beragam.
Baik dikonsumsi sebagai bahan masakan maupun diolah menjadi jus, buah berwarna merah keunguan ini menawarkan kandungan nutrisi yang membuatnya layak menjadi salah satu pilihan dalam pola makan sehari-hari. (kangtop)












