Sebelum Terlambat, Kenali 9 Gejala Diabetes yang Kerap Dianggap Sepele

Kesehatan41 Dilihat

KONCOdewe.com – Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang kerap dijuluki sebagai silent killer. Sebutan tersebut bukan tanpa alasan.

Gangguan kadar gula darah ini dapat berkembang secara perlahan, sementara tanda-tanda awalnya sering dianggap sebagai keluhan biasa yang tidak perlu dikhawatirkan.

Padahal, mengenali perubahan yang terjadi pada tubuh sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk.

Pemeriksaan gula darah di fasilitas kesehatan tetap menjadi cara paling tepat untuk mengetahui apakah seseorang mengalami diabetes.

Meski begitu, beberapa perubahan pada tubuh dapat menjadi sinyal awal yang patut diperhatikan.

Lantas, apa saja tanda diabetes yang terkadang muncul tanpa disadari?

  1. Sering Buang Air Kecil

Salah satu keluhan yang dapat muncul ketika kadar gula darah meningkat adalah frekuensi buang air kecil yang menjadi lebih sering.

Ketika kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring dan membuang kelebihan gula tersebut.

Akibatnya, produksi urine dapat meningkat dan seseorang menjadi lebih sering berkemih, termasuk pada malam hari.

Pada orang dewasa, frekuensi buang air kecil normal umumnya berada pada kisaran beberapa kali dalam sehari.

Namun, apabila kebiasaan tersebut berubah secara mencolok tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

  1. Rasa Haus Terus-Menerus

Sering merasa haus juga dapat berjalan beriringan dengan meningkatnya frekuensi buang air kecil.

Tubuh kehilangan lebih banyak cairan ketika seseorang terlalu sering berkemih.

Sebagai respons, tubuh kemudian memunculkan rasa haus untuk menggantikan cairan yang hilang.

Jika rasa haus muncul terus-menerus dan terasa tidak biasa, terutama disertai sering buang air kecil, ada baiknya mulai mempertimbangkan pemeriksaan kadar gula darah.

  1. Pandangan Mata Mendadak Kabur

Perubahan penglihatan juga dapat menjadi salah satu tanda yang muncul ketika gula darah berada pada tingkat tinggi.

Kadar gula yang meningkat dapat memengaruhi cairan dan bentuk lensa mata sehingga penglihatan menjadi kabur atau terasa tidak fokus.

Keluhan ini terkadang datang dan pergi sehingga seseorang mungkin menganggapnya hanya akibat kelelahan mata.

Namun, apabila pandangan kabur terjadi berulang atau disertai keluhan lain, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan.

  1. Berat Badan Turun Tanpa Sebab

Penurunan berat badan secara drastis tanpa perubahan pola makan maupun aktivitas fisik juga perlu diperhatikan.

BACA:  Stroke Bukan Akhir Segalanya, Memahami Penyakit yang Sebenarnya Masih Bisa Dicegah

Pada kondisi diabetes, gangguan kerja insulin membuat glukosa tidak dapat dimanfaatkan sel tubuh secara optimal sebagai sumber energi.

Tubuh kemudian mencari sumber energi lain, termasuk dengan memecah cadangan lemak dan jaringan tubuh.

Karena itu, berat badan yang turun secara tiba-tiba bukan selalu menjadi kabar menggembirakan, terutama apabila tidak sedang menjalani program diet atau olahraga.

  1. Kulit Sering Terasa Gatal

Keluhan gatal pada kulit juga dapat muncul pada orang yang mengalami gangguan kadar gula darah.

Sering buang air kecil dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Kondisi tersebut kemudian dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering sehingga memicu rasa gatal.

Meski gatal memiliki banyak kemungkinan penyebab, keluhan yang berlangsung terus-menerus dan muncul bersamaan dengan tanda lain sebaiknya tidak dianggap sepele.

  1. Tubuh Mudah Lemas dan Cepat Lapar

Diabetes juga dapat membuat seseorang merasa kekurangan tenaga meskipun sudah makan.

Masalah insulin menyebabkan gula yang terdapat dalam darah tidak dapat dimanfaatkan sel secara optimal. Akibatnya, pasokan energi yang tersedia bagi tubuh dapat berkurang.

Ketika otak menerima sinyal bahwa tubuh kekurangan energi, rasa lapar dapat muncul lebih sering.

Inilah yang membuat seseorang bisa mengalami kombinasi antara mudah lelah dan cepat merasa lapar.

  1. Keringat Berlebihan

Keringat yang keluar secara berlebihan tanpa dipicu cuaca panas atau aktivitas fisik berat juga patut diperhatikan, terutama jika muncul bersama tanda-tanda lain.

Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia dapat memicu tubuh mengeluarkan keringat berlebih.

Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kadar gula sedang turun dan membutuhkan perhatian.

Hipoglikemia tidak boleh dianggap ringan karena kadar gula yang terlalu rendah dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

  1. Kesadaran Menurun hingga Kejang

Dalam kondisi hipoglikemia yang berat, seseorang dapat mengalami gangguan kesadaran. Pada keadaan tertentu, kondisi tersebut bahkan dapat disertai kejang.

Kadar gula darah yang terlalu rendah dapat mengganggu fungsi otak karena otak membutuhkan glukosa sebagai salah satu sumber energi utama.

Jika tidak segera mendapatkan pertolongan, hipoglikemia berat dapat menimbulkan dampak serius.

Karena itu, penurunan kesadaran pada seseorang yang memiliki diabetes merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera.

  1. Urine Berubah Menjadi Keruh atau Berbau

Perubahan pada urine juga terkadang menjadi perhatian pada penderita diabetes.

Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras dalam proses penyaringan.

BACA:  Posisi Tidur Ternyata Berpengaruh pada Ibadah dan Kesehatan, Ini Penjelasannya

Gangguan pada fungsi ginjal maupun keberadaan zat tertentu di dalam urine kemudian dapat memengaruhi karakteristik urine, termasuk tampilan dan baunya.

Meski demikian, urine keruh atau berbau tidak secara khusus berarti seseorang menderita diabetes.

Banyak kondisi lain yang juga dapat menyebabkan perubahan tersebut sehingga pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Gejala Diabetes Bisa Sangat Samar

Yang membuat diabetes berbahaya adalah gejalanya tidak selalu muncul dengan jelas.

Keluhan seperti sering haus, mudah lelah, lebih sering buang air kecil, atau berat badan berubah sering kali dianggap sebagai persoalan biasa.

Bahkan, sebagian orang dengan diabetes dapat tidak merasakan gejala yang berarti.

Akibatnya, penyakit baru diketahui setelah muncul komplikasi atau ketika seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan karena alasan lain.

Itulah sebabnya pemeriksaan gula darah memiliki peran penting. Jangan menunggu tubuh memberikan tanda yang berat sebelum memeriksakan kondisi kesehatan.

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini

Selain memperhatikan gejala, mengenali faktor risiko juga penting.

Seseorang perlu lebih waspada apabila memiliki kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan mengalami diabetes.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain kelebihan berat badan atau obesitas.

Terutama yang berkaitan dengan diabetes tipe 2, serta penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya pada kondisi tertentu.

Tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol LDL maupun trigliserida yang tinggi juga dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Usia yang semakin bertambah turut menjadi salah satu faktor risiko. Namun, diabetes bukan hanya penyakit yang menyerang orang lanjut usia.

Faktor gaya hidup, kondisi tubuh, riwayat kesehatan, serta berbagai faktor lainnya juga dapat berperan.

Jika memiliki satu atau beberapa faktor risiko tersebut, pemeriksaan kadar gula darah dapat menjadi langkah bijak untuk mengetahui kondisi tubuh lebih awal.

Pada akhirnya, diabetes bukan penyakit yang sebaiknya dikenali setelah komplikasi muncul.

Perubahan kecil pada tubuh bisa menjadi alasan untuk lebih peduli terhadap kesehatan.

Jika mengalami beberapa gejala yang mengarah pada diabetes atau memiliki faktor risikonya, jangan hanya menebak-nebak kondisi tubuh.

Periksakan kadar gula darah ke dokter atau fasilitas kesehatan agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. (kangtop)