Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Warga Diimbau Waspada dan Jangan Mudah Percaya Video Viral

Kabar60 Dilihat

KONCOdewe.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi meningkatkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kenaikan status didasarkan pada meningkatnya aktivitas seismik, perubahan deformasi tubuh gunung.

Serta aktivitas permukaan yang mengindikasikan adanya pergerakan magma menuju bagian yang lebih dangkal.

Menurutnya, hasil pemantauan menggunakan alat tiltmeter di sejumlah pos pengamatan juga memperlihatkan gejala inflasi.

Atau pengembungan tubuh gunung yang menandakan tekanan magma di dalam gunung terus meningkat.

Karena itu, masyarakat, nelayan, maupun wisatawan diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau sesuai radius yang telah direkomendasikan.

Guna menghindari potensi bahaya erupsi maupun lontaran material vulkanik.

Selain mengimbau masyarakat tetap waspada, Badan Geologi juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait memperkuat langkah mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan apabila aktivitas gunung kembali mengalami peningkatan.

Pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau terus dilakukan selama 24 jam melalui pengamatan visual, jaringan seismic.

Serta pemantauan deformasi untuk mendeteksi perkembangan aktivitas vulkanik sedini mungkin.

Video Letusan Viral Dipastikan Bukan Kondisi Terkini

Di tengah meningkatnya status Gunung Anak Krakatau, sebuah video yang memperlihatkan letusan besar disertai semburan api pada malam hari ramai beredar di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat.

Namun, Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, memastikan video tersebut bukan menggambarkan kondisi terkini gunung api tersebut.

BACA:  Cuaca Ekstrem di Eropa Bawa Petaka, WHO Catat Lebih dari 1.300 Nyawa Melayang dalam Hitungan Hari

Ia menegaskan aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini tidak seperti yang terlihat dalam video yang beredar.

Berdasarkan hasil pemantauan, erupsi terakhir tercatat terjadi pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dan hingga Sabtu belum kembali teramati adanya letusan.

“Pada Jumat kemarin hanya tercatat satu kali erupsi sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu hingga hari ini belum ada lagi erupsi yang teramati,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Meski demikian, Andi menegaskan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).

Masyarakat, nelayan, dan wisatawan tetap diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah serta terus mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi.

Polisi Minta Masyarakat Tidak Mudah Percaya Informasi Hoaks

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ia meminta masyarakat memastikan setiap informasi berasal dari sumber resmi.

Seperti Badan Geologi, BMKG, BPBD, maupun pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi yang belum terverifikasi tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat.

“Masyarakat kami minta tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya. Pastikan setiap informasi diperoleh dari instansi resmi yang berwenang agar tidak menimbulkan keresahan,” ujar Yuni.

Badan Geologi sebelumnya menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III (Siaga).

Yaitu setelah terdeteksi peningkatan gempa vulkanik dangkal, kenaikan emisi gas sulfur dioksida (SO₂), deformasi tubuh gunung, serta aktivitas erupsi.

Seiring kenaikan status tersebut, masyarakat diimbau tetap waspada dan mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh otoritas terkait. (kangtop)