Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Membumbung 700 Meter di Atas Puncak, Ini Imbauan PVMBG

Kabar55 Dilihat

KONCOdewe.com – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin (10/8/2026) pagi.

Aktivitas letusan tercatat terjadi sekitar pukul 08.03 WIB, dengan kolom erupsi teramati membumbung hingga kurang lebih 700 meter di atas puncak.

Dengan demikian, ketinggian kolom letusan mencapai sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Petugas pengamatan gunung api, Sigit Rian Alfian, melaporkan material erupsi yang keluar dari kawah tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.

Kolom abu tersebut kemudian bergerak ke arah utara dan barat laut dari kawasan puncak Gunung Semeru.

Badan Geologi mencatat letusan berlangsung pada pukul 08.03 WIB dengan ketinggian kolom sekitar 700 meter dari atas puncak.

Aktivitas tersebut juga terekam melalui perangkat pemantauan kegempaan yang berada di sekitar gunung.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 10 Agustus 2026, pukul 08:03 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak,” tulis Badan Geologi dikutip Senin (10/8/2026).

Berdasarkan rekaman seismograf, erupsi Gunung Semeru memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter. Sementara itu, durasi aktivitas letusan tercatat sekitar 97 detik.

PVMBG Ingatkan Masyarakat Menjauhi Zona Rawan

Setelah aktivitas erupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan di sektor tenggara Gunung Semeru, terutama kawasan sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Larangan juga diberlakukan pada kawasan sekitar sungai. Masyarakat diminta menjauh setidaknya 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

BACA:  Dedi Mulyadi Beri Apresiasi untuk Polisi, Tapi Masih Ada Tanda Tanya soal Hadiah Rp250 Juta

Wilayah tersebut memiliki potensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain kawasan tersebut, PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

Zona ini memiliki potensi bahaya berupa lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Potensi Awan Panas dan Lahar Tetap Perlu Diwaspadai

Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya awan panas, guguran lava, maupun aliran lahar.

Ancaman tersebut terutama perlu diperhatikan pada jalur sungai dan lembah yang berhulu di kawasan puncak Semeru.

Beberapa wilayah aliran sungai yang perlu menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Potensi aliran lahar juga dapat muncul melalui sungai-sungai kecil yang bermuara sebagai anak sungai Besuk Kobokan.

Kondisi ini perlu semakin diwaspadai ketika hujan turun karena aliran air dapat membawa material vulkanik dari kawasan lereng gunung.

Aktivitas erupsi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat maupun wisatawan tidak mengabaikan informasi mengenai kondisi Gunung Semeru.

Mengikuti perkembangan terbaru dari Badan Geologi dan PVMBG serta mematuhi batas kawasan yang ditetapkan menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan ketika aktivitas vulkanik meningkat. (kangtop)