Momen Mengharukan di Mashhad, Puluhan Ribu Orang Beri Penghormatan Terakhir untuk Ali Khamenei

Kabar37 Dilihat

KONCOdewe.com – Puluhan ribu warga memadati kawasan kompleks Makam Imam Reza di Kota Mashhad, Iran.

Yaitu menjelang prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Kamis.

Kehadiran massa tetap tinggi meski situasi keamanan memanas akibat kembali terjadinya serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat.

Menurut laporan koresponden RIA Novosti, militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan besar ke sejumlah wilayah Iran pada Rabu malam hingga Kamis dini hari.

Sebagai respons, militer Iran mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Pemerintah Iran juga menuding Washington telah melanggar nota kesepahaman terkait penghentian konflik.

Semula, jenazah Ali Khamenei dijadwalkan tiba dari Najaf, Irak, pada pukul 06.00 waktu setempat.

Namun, keterlambatan kedatangan membuat prosesi pemakaman diundur hingga pukul 14.00 waktu setempat.

Meski jadwal berubah, ribuan pelayat tetap bertahan di sekitar kompleks Makam Imam Reza.

Mereka mengibarkan bendera Iran, membawa potret Ali Khamenei, serta melantunkan berbagai slogan keagamaan sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Mengutip Antara, Salah seorang pelayat kepada RIA Novosti mengaku sengaja datang ke Mashhad karena merasa momen tersebut merupakan peristiwa bersejarah.

Menurutnya, ia ingin memberikan penghormatan kepada sosok yang dinilai telah mengabdikan hidupnya demi melindungi dan membangun Iran.

Membludaknya jumlah pelayat membuat akses menuju kompleks makam dipenuhi warga.

Aparat keamanan bersama tim medis dikerahkan untuk menjaga kelancaran prosesi, sementara masyarakat berbaris di sepanjang jalan guna menyaksikan iring-iringan jenazah.

Media penyiaran nasional Iran, IRIB, melaporkan lebih dari 4.700 tamu asing dari 27 negara telah tiba di Mashhad untuk mengikuti prosesi pemakaman tersebut.

BACA:  Otorita IKN Tegaskan Pembangunan Nusantara Terus Berjalan dan Tak Akan Mangkrak

Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026.

Setelah wafatnya Khamenei, putranya, Mojtaba Khamenei, ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Hingga kini, Mojtaba belum tampil di hadapan publik, namun beberapa pernyataannya telah disampaikan kepada masyarakat melalui media resmi Iran.

Sebelumnya, rangkaian penghormatan terakhir juga digelar di Irak.

Peti jenazah Ali Khamenei tiba di Bandara Internasional Najaf pada Selasa malam dan disambut Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke Kota Najaf dan Karbala untuk melanjutkan prosesi penghormatan.

Pemerintah Irak bahkan menetapkan hari Rabu sebagai hari libur nasional guna mendukung kelancaran pelaksanaan pemakaman yang diperkirakan dihadiri jutaan pelayat.

Mengingat Ali Khamenei juga dihormati oleh banyak penganut Syiah di Irak.

Di sela-sela kunjungannya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga dijadwalkan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan para pejabat Irak untuk membahas sejumlah agenda bilateral. (kangtop)