Kesalahan Garuda di Konten BRIN Bikin Heboh, Begini Filosofi di Balik Lambang Negara

Kabar5 Dilihat

KONCOdewe.com – Konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang diunggah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 1 Juni 2026 menjadi sorotan public.

Setelah warganet menemukan adanya ketidaksesuaian pada ilustrasi lambang Garuda Pancasila yang digunakan.

Perhatian masyarakat tertuju pada jumlah bulu yang terdapat pada sayap dan ekor Garuda.

Sejumlah pengguna media sosial menilai ilustrasi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Padahal, jumlah bulu pada lambang Garuda Pancasila bukan sekadar unsur visual.

Melainkan memiliki makna simbolis yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Menanggapi berbagai kritik yang muncul, BRIN segera memberikan klarifikasi melalui akun resminya di platform X.

Dalam pernyataan tersebut, lembaga riset nasional itu menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang terjadi.

“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” tulis BRIN dalam unggahannya.

Lembaga tersebut menyatakan bahwa kekeliruan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi agar proses pembuatan, pemeriksaan, dan publikasi konten ke depan dapat dilakukan dengan lebih cermat.

Sebagai langkah perbaikan, BRIN juga telah mengganti ilustrasi yang digunakan dengan gambar Garuda Pancasila yang sesuai standar resmi.

“Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang,” lanjut pernyataan tersebut.

Garuda Pancasila Bukan Sekadar Lambang

Sebagai identitas resmi negara, Garuda Pancasila memiliki bentuk yang telah ditetapkan secara hukum.

Setiap detail yang terdapat pada lambang negara tersebut mengandung filosofi dan makna yang merepresentasikan perjalanan serta jati diri bangsa Indonesia.

BACA:  Jutaan Jamaah Tuntaskan Ibadah dengan Aman, Arab Saudi Sebut Haji 2026 Sukses Besar

Berdasarkan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan penjelasan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sosok Garuda digambarkan dengan sayap terbentang sebagai simbol kekuatan, keberanian, dan semangat untuk terus bergerak maju.

Posisi tubuhnya yang tampak siap terbang melambangkan dinamika pembangunan bangsa yang tidak pernah berhenti berkembang menuju masa depan yang lebih baik.

Di bagian bawah, Garuda mencengkeram pita berwarna putih bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Kalimat yang berasal dari kitab Sutasoma karya Empu Tantular tersebut memiliki arti “berbeda-beda tetapi tetap satu”, mencerminkan persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat.

Sementara itu, warna emas yang mendominasi tubuh Garuda menggambarkan kemuliaan, kebesaran, dan kehormatan bangsa Indonesia.

Nilai tersebut menjadi pengingat agar seluruh rakyat senantiasa menjaga martabat negara dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kehidupan berbangsa.

Makna Jumlah Bulu Garuda Pancasila

Salah satu detail yang paling penting dalam lambang Garuda Pancasila adalah jumlah bulunya.

Setiap helai bulu disusun dengan jumlah tertentu yang merepresentasikan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.

Susunan jumlah bulu tersebut terdiri atas:

  • Masing-masing sayap berjumlah 17 helai bulu yang melambangkan tanggal kemerdekaan, yaitu 17.
  • Ekor memiliki 8 helai bulu yang melambangkan bulan Agustus sebagai bulan kedelapan dalam kalender.
  • Leher Garuda terdiri atas 45 helai bulu yang melambangkan tahun kemerdekaan, yakni 1945.
  • Pangkal ekor di bawah perisai memiliki 19 helai bulu yang dipadukan dengan 45 helai bulu pada leher sehingga membentuk angka 1945.

Di bagian dada Garuda terdapat sebuah perisai yang melambangkan pertahanan dan perlindungan.

Pada perisai tersebut terdapat lima simbol utama yang mewakili sila-sila Pancasila, yaitu bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas.

BACA:  Soroti Ekonomi Nasional, Presiden Prabowo Ajak Pejabat Pahami Sejarah Penjajahan

Kelima simbol tersebut menjadi representasi nilai dasar yang menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Karena memiliki makna historis dan filosofis yang sangat mendalam, setiap detail dalam lambang Garuda Pancasila harus digambarkan sesuai aturan resmi.

Ketidaksesuaian sekecil apa pun, termasuk jumlah bulu, dapat menimbulkan perhatian publik karena menyangkut simbol kedaulatan dan identitas nasional Indonesia. (kangtop)