KONCOdewe.com – Arus investasi asing ke Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali bertambah.
Perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China, PT Star Bright International Investment, resmi memulai pembangunan kawasan terpadu dengan nilai investasi mencapai Rp1,25 triliun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Proyek yang berada di Sub WP 1B tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Pengembangannya meliputi apartemen, gedung perkantoran, area komersial, restoran, hingga berbagai fasilitas penunjang yang akan mendukung aktivitas di kawasan ibu kota baru.
Mengutip detik.com, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan lokasi proyek memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di pusat kawasan pemerintahan Nusantara.
Dari lokasi tersebut, menurutnya, terlihat langsung Istana Negara serta kompleks legislatif dan yudikatif yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada 2028.
Kawasan terpadu itu dibangun di atas lahan seluas 15.501 meter persegi.
Apartemen yang disiapkan menawarkan pilihan unit satu hingga tiga kamar tidur lengkap dengan ruang keluarga.
Penghuni nantinya juga akan menikmati berbagai fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, ruang terbuka hijau.
Serta area komersial yang dirancang dengan konsep pembangunan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming, menilai IKN memiliki prospek yang sangat menjanjikan sebagai kota baru Indonesia.
Berdasarkan pengalamannya menyaksikan pembangunan sejumlah kota dari tahap awal, ia optimistis Nusantara akan berkembang menjadi kota modern yang menarik bagi investor global.
Bahkan, sejumlah mitra dari China disebut mulai melirik peluang investasi di sektor perhotelan dan pariwisata.
PT Star Bright International Investment sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi, pengembangan properti, dan manajemen proyek internasional.
Dalam pembangunan di IKN, perusahaan menggandeng Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd. sebagai mitra pelaksana, sekaligus melibatkan kontraktor lokal dari Kalimantan Timur untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha daerah.
Selain investasi dari China, proyek besar lain juga segera direalisasikan di IKN melalui PT Dian Jaya Indonesia, perusahaan PMA asal Korea Selatan.
Perusahaan tersebut akan mengembangkan proyek apartemen dan hotel dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun di kawasan WP KIPP Sub WP 1B.
Prosesi dimulainya pembangunan turut dihadiri calon investor dan delegasi bisnis dari berbagai perusahaan serta organisasi asal China.
Dengan masuknya investasi dari China dan Korea Selatan, total nilai proyek asing yang kini bergulir di IKN mencapai sekitar Rp2,45 triliun, memperkuat optimisme terhadap percepatan pembangunan ibu kota baru Indonesia. (kangtop)










