Kesalahan Simbol Negara di Konten Resmi, BRIN Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

Kabar7 Dilihat

KONCOdewe.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Yaitu setelah terjadi kesalahan dalam penggunaan lambang Garuda pada konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang diunggah melalui akun media sosial resminya, Senin (1/6).

Konten tersebut menuai sorotan dari masyarakat karena terdapat ketidaktepatan pada jumlah helai bulu Garuda yang ditampilkan.

Temuan itu kemudian ramai diperbincangkan oleh warganet dan memicu berbagai komentar di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, BRIN melalui akun resmi X mengakui adanya kekeliruan dalam materi yang telah dipublikasikan dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” demikian pernyataan resmi BRIN yang dikutip pada Selasa (2/6).

BRIN menjelaskan bahwa insiden tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi lembaga agar proses penyusunan dan publikasi konten ke depan dapat dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat dan teliti.

Lembaga tersebut menegaskan bahwa setiap materi yang dipublikasikan, terutama yang berkaitan dengan simbol negara, harus melalui proses pemeriksaan secara cermat karena memiliki nilai historis dan makna yang sangat penting bagi bangsa Indonesia.

“Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang,” lanjut pernyataan BRIN.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas kesalahan yang terjadi, BRIN menyatakan telah melakukan revisi terhadap unggahan yang sebelumnya dipublikasikan.

Perbaikan itu dilakukan setelah melalui evaluasi internal guna memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat.

BACA:  Soroti Ekonomi Nasional, Presiden Prabowo Ajak Pejabat Pahami Sejarah Penjajahan

“Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki,” tulis BRIN.

Selain menyampaikan permohonan maaf, BRIN juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang turut mengawasi dan memberikan masukan terkait kesalahan tersebut.

Menurut BRIN, kritik dan perhatian publik merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas kinerja lembaga negara.

“Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN,” demikian penutup pernyataan resmi lembaga tersebut. (kangtop)