Pidato Hari Lahir Pancasila, Prabowo Soroti Hambatan Transformasi Bangsa, Singgung Kelompok Anti-Perubahan

Kabar3 Dilihat

KONCOdewe.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan bahwa perjalanan Indonesia dalam melakukan transformasi bangsa tidak akan berjalan mulus.

Ia menegaskan bahwa berbagai tantangan hingga hambatan dari pihak-pihak tertentu akan selalu ada, terutama dari kelompok yang masih berkepentingan dengan praktik korupsi.

Dalam pidatonya saat bertindak sebagai inspektur upacara Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6), Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah berupaya melakukan perubahan besar yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Upacara tersebut digelar di Lapangan Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

Menurutnya, setiap upaya transformasi bangsa pasti akan menghadapi rintangan.

Bahkan, ia menilai akan ada pihak-pihak yang menolak perubahan karena masih terlibat dalam praktik penyelewengan dan kegiatan ekonomi ilegal.

Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus berani mengambil langkah tegas demi kepentingan rakyat, meskipun keputusan tersebut tidak selalu mudah.

Ia juga menyinggung adanya pihak yang tidak memiliki semangat kebangsaan dan justru berupaya melemahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya keberanian dalam membela rakyat dan menjaga masa depan bangsa.

Ia juga menolak sikap yang hanya mengutamakan keuntungan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi generasi mendatang.

Prabowo menekankan agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.

Menurutnya, dalam kondisi sulit sekalipun, tidak ada bangsa lain yang secara otomatis akan membantu, sehingga kemandirian nasional menjadi hal yang sangat penting.

Upacara Hari Lahir Pancasila tersebut dipimpin langsung oleh Prabowo sebagai inspektur upacara, dengan Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono bertindak sebagai komandan upacara.

Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 09.35 WIB dengan mengenakan jas biru dongker, lengkap dengan songkok dan dasi berwarna senada.

BACA:  Haji 2026 Cetak Rekor Baru, Lebih dari 1,7 Juta Umat Muslim Datang ke Tanah Suci, Arab Saudi Sebut Antusiasme Dunia Tetap Tinggi

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir dengan mengenakan jas hitam dan dasi biru muda.

Menariknya, saat memasuki area upacara, Prabowo terlihat berjalan bersama Gibran dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni ini merujuk pada pidato Bung Karno dalam sidang BPUPKI tahun 1945, yang menjadi dasar lahirnya ideologi bangsa Indonesia.

Sejumlah pejabat negara juga hadir dalam upacara tersebut.

Termasuk jajaran Kabinet Merah Putih seperti Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berfokus pada angka statistik semata.

Melainkan harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Ia menegaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia berhak mendapatkan akses yang adil.

Mulai dari gizi untuk anak-anak, ketersediaan pupuk bagi petani, hingga akses pasar yang layak bagi nelayan.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya keadilan bagi para pekerja agar memperoleh penghidupan dan pendapatan yang layak.

Menurutnya, kekayaan alam Indonesia tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir pihak, apalagi ditentukan oleh kekuatan dari luar negeri.

Dengan demikian, Prabowo menutup pesannya dengan penegasan bahwa pembangunan harus berpihak kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. (kangtop)