Harga Telur Ayam Ras Hari Ini 20 September 2026 Naik Jadi Rp30.050 per Kilogram

Kombis53 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga telur ayam ras segar kembali mengalami perubahan di pasar tradisional pada Minggu, 20 September 2026.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hingga Jumat, 18 September 2026, harga telur tercatat mengalami kenaikan.

Harga telur ayam ras segar naik Rp200 atau sekitar 0,67 persen menjadi Rp30.050 per kilogram.

Pergerakan ini terjadi ketika sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami perubahan harga dengan arah yang berbeda.

Kenaikan harga telur menjadi perhatian karena telur merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat dan kerap menjadi pilihan sumber protein untuk kebutuhan rumah tangga.

Harga Telur Ayam Ras Naik Jadi Rp30.050

Berdasarkan data PIHPS, harga telur ayam ras segar kini mencapai Rp30.050 per kilogram, setelah meningkat Rp200 dari harga sebelumnya.

Kenaikan sekitar 0,67 persen tersebut membuat harga telur bergerak naik bersamaan dengan daging sapi. Namun, harga daging ayam ras segar justru mengalami penurunan.

Daging sapi kualitas I naik Rp950 atau sekitar 0,62 persen menjadi Rp153.050 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II meningkat Rp950 atau sekitar 0,67 persen menjadi Rp143.750 per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam ras segar turun Rp100 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp42.350 per kilogram.

Perbedaan pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa komoditas pangan dalam kelompok protein hewani dapat mengalami perubahan yang tidak sama.

Harga Beras Ikut Mengalami Kenaikan

Selain telur, harga sejumlah jenis beras juga tercatat naik.

Beras kualitas bawah I meningkat Rp100 atau sekitar 0,68 persen menjadi Rp14.900 per kilogram. Beras medium I naik Rp50 atau sekitar 0,3 persen menjadi Rp16.650 per kilogram.

BACA:  Update Harga Pangan Minggu Ini: Bawang Merah Sentuh Rp50.950, Cabai Rawit Merah Hampir Rp70 Ribu

Beras medium II mengalami kenaikan sekitar 0,31 persen menjadi Rp16.400 per kilogram.

Sementara itu, beras super I naik 0,56 persen menjadi Rp17.950 per kilogram, sedangkan beras super II meningkat 0,29 persen menjadi Rp17.350 per kilogram.

Harga Gula dan Minyak Goreng Bergerak Berbeda

Harga gula pasir premium naik sekitar 0,25 persen menjadi Rp20.400 per kilogram. Gula pasir lokal juga mengalami kenaikan 0,52 persen menjadi Rp19.200 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga curah justru turun Rp50 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp20.400 per kilogram.

Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 1 meningkat 0,41 persen menjadi Rp24.450 per kilogram. Kemasan bermerek 2 juga naik 0,43 persen menjadi Rp23.600 per kilogram.

Harga Bawang Bergerak Berlawanan

Harga bawang merah ukuran sedang mengalami penurunan Rp450 atau sekitar 1,19 persen menjadi Rp37.250 per kilogram.

Sebaliknya, harga bawang putih ukuran sedang naik Rp100 atau sekitar 0,25 persen menjadi Rp39.400 per kilogram.

Kondisi tersebut membuat harga bawang merah dan bawang putih bergerak berlawanan pada periode yang sama.

Harga Cabai Menguat

Kenaikan harga juga terlihat pada berbagai jenis cabai. Cabai merah besar naik 6,23 persen menjadi Rp58.000 per kilogram.

Cabai merah keriting meningkat 9,42 persen menjadi Rp69.100 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau naik 4,81 persen menjadi Rp67.600 per kilogram.

Harga cabai rawit merah juga mengalami kenaikan 6,78 persen hingga mencapai Rp96.100 per kilogram.

Harga Pangan Bergerak Tidak Seragam

Perkembangan harga pangan pada 20 September 2026 memperlihatkan perubahan yang beragam.

Harga telur ayam ras segar naik Rp200 menjadi Rp30.050 per kilogram, sedangkan daging ayam ras segar justru turun menjadi Rp42.350 per kilogram.

Di sisi lain, daging sapi, beras, gula pasir, bawang putih, dan seluruh jenis cabai dalam data mengalami kenaikan.

BACA:  Bawang Putih Jadi Sorotan, Harga Sentuh Rp43 Ribu per Kg di Tengah Pergerakan Pangan

Sementara bawang merah dan minyak goreng curah tercatat mengalami penurunan.

Perubahan harga tersebut dapat menjadi informasi bagi masyarakat untuk memantau kondisi pasar sekaligus menyesuaikan anggaran belanja kebutuhan sehari-hari. (kangtop)