Sering Beli Apel? Ternyata Begini Cara Memilih dan Menyimpannya agar Tetap Renyah

Kesehatan52 Dilihat

KONCOdewe.com – Apel menjadi salah satu buah yang cukup mudah ditemukan dan sering dipilih sebagai camilan karena praktis dibawa serta memiliki rasa yang menyegarkan.

Namun, untuk mendapatkan kualitas dan kandungan nutrisi yang lebih baik, memilih apel tidak cukup hanya berdasarkan ukuran atau warna kulitnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membeli apel. Buah yang masih dalam kondisi baik umumnya terlihat segar, terasa padat, dan tidak lembek ketika disentuh.

Permukaan kulitnya juga sebaiknya tidak memiliki lebam, memar, potongan, maupun goresan yang cukup dalam.

Apel dengan kondisi kulit yang sudah rusak sebaiknya tidak menjadi pilihan utama. Bagian yang memar atau tergores biasanya lebih mudah mengalami kerusakan dan pembusukan.

Bahkan, menyimpan apel yang sudah mengalami kerusakan di dalam lemari pendingin tidak selalu dapat menghentikan proses tersebut.

Selain melihat kondisi fisiknya, warna juga dapat menjadi salah satu petunjuk ketika memilih apel.

Buah yang sudah menunjukkan perubahan warna kecokelatan, terutama jika disertai tekstur yang tidak lagi renyah, kemungkinan telah disimpan cukup lama.

Kondisi tersebut dapat membuat kesegaran dan cita rasa apel berkurang.

Karena itu, sebelum memasukkan apel ke dalam keranjang belanja, luangkan sedikit waktu untuk memeriksa permukaannya.

Pilih buah yang kulitnya masih terlihat baik, tidak banyak noda kerusakan, dan memiliki tekstur yang terasa kokoh.

Jangan Asal Menyimpan Apel di Rumah

Setelah mendapatkan apel dengan kualitas baik, tahap berikutnya yang tidak kalah penting adalah cara menyimpannya.

Penyimpanan yang tepat dapat membantu mempertahankan kesegaran apel sehingga buah tidak cepat kehilangan tekstur renyah dan rasanya.

BACA:  Stroke Bukan Akhir Segalanya, Memahami Penyakit yang Sebenarnya Masih Bisa Dicegah

Pada dasarnya, apel dapat disimpan di dalam lemari es. Suhu dingin dapat membantu mempertahankan kondisi buah agar tetap segar lebih lama.

Dengan penyimpanan yang tepat, apel bahkan dapat bertahan selama beberapa minggu.

Meski demikian, ada hal yang perlu diperhatikan ketika menempatkan apel di dalam lemari pendingin.

Sebaiknya apel tidak diletakkan begitu saja berdekatan dengan bahan makanan yang memiliki aroma sangat kuat.

Apel dapat menyerap bau dari lingkungan di sekitarnya. Jika ditempatkan berdekatan dengan makanan yang memiliki aroma tajam, cita rasa dan aroma alami apel berpotensi ikut berubah.

Karena itu, memisahkan apel dari makanan berbau kuat menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Penempatan yang lebih teratur juga membuat buah lebih mudah diperiksa sehingga apel yang mulai mengalami kerusakan dapat segera diketahui.

Simpan dengan Cara yang Tepat agar Tidak Cepat Rusak

Apel juga menghasilkan gas etilen, yaitu gas alami yang berperan dalam proses pematangan buah.

Gas ini dapat memengaruhi bahan makanan lain yang berada terlalu dekat dengan apel.

Dalam kondisi tertentu, paparan etilen dapat membuat sejumlah sayuran di sekitarnya lebih cepat mengalami perubahan.

Misalnya, wortel dapat menjadi lebih pahit, mentimun lebih cepat menguning, sementara daun selada dapat lebih mudah menunjukkan bintik-bintik kecokelatan.

Untuk mengurangi pengaruh tersebut, apel dapat disimpan secara terpisah dari sayuran atau buah lain yang sensitif terhadap etilen.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan pembungkus atau wadah yang sesuai sehingga penyimpanannya lebih terkontrol.

Namun, penyimpanan tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi buah.

Jangan sampai satu apel yang sudah mengalami kerusakan dibiarkan bercampur dengan apel lain yang masih segar.

BACA:  Pimpinan DPR Teken Surat Komitmen, Apa yang Terjadi Jika RUU Perampasan Aset Gagal?

Segera Pisahkan Apel yang Mulai Memar

Hal sederhana yang sering luput dilakukan adalah memeriksa kembali apel selama masa penyimpanan.

Kondisi buah dapat berubah seiring waktu, sehingga pemeriksaan secara berkala penting untuk dilakukan.

Jika menemukan satu buah apel yang mulai memar, lebam, atau menunjukkan tanda-tanda pembusukan, segera pisahkan dari buah lainnya.

Apel yang telah rusak dapat mempercepat kerusakan pada buah lain yang berada di sekitarnya.

Memisahkan buah yang bermasalah juga membuat apel lainnya tetap berada dalam kondisi yang lebih baik.

Dengan begitu, tidak semua buah harus terbuang hanya karena satu atau beberapa apel mengalami kerusakan lebih dahulu.

Mendapatkan manfaat dari apel tidak hanya bergantung pada seberapa sering buah tersebut dikonsumsi.

Kualitas saat memilih dan ketepatan ketika menyimpan juga menjadi bagian penting agar apel tetap segar, renyah, dan nikmat ketika disantap.

Jadi, ketika membeli apel, jangan hanya tergoda oleh tampilannya. Pastikan buah masih segar, tidak lembek, serta bebas dari memar dan kerusakan.

Setelah sampai di rumah, simpan dengan cara yang tepat, jauhkan dari makanan beraroma tajam, dan segera pisahkan apel yang mulai rusak.

Dengan kebiasaan sederhana tersebut, apel yang sudah dibeli dapat bertahan lebih lama dan tetap menjadi pilihan camilan buah yang praktis untuk menemani aktivitas sehari-hari. (kangtop)